Begini Alasan Perbuatan Baik Penjaga Alas Kaki Masjid Agung Ini

masnunung - Perbuatan baik bisa dilakukan di mana saja, dalam bentuk apa saja, meski hanya tenaga. Inilah kisah nyata yang saya alami sendiri sesaat sebelum dilaksanakannya salat Jumat berjemaah di Masjid Agung Alhikmah, Kota Tanjungpinang, 10 Januari kemarin.

Biasanya saya jarang sekali jumatan di Masjis Agung Alhikmah yang letaknya di depan GOR Kacapuri ini. Hari itu kebetulan saya memiliki kepentingan di sekitar masjid. Mengingat waktunya hampir tiba, saya pun ke masjid dahulu.

contoh perbuatan baik di masjid


Saya masuk gerbang untuk kendaraan bermotor di bawah SD, depan kantor lurah lalu menuju ke kiri, lalu belok kanan. Tiba di depan tempat alas kaki dilepas saya tertegun menyaksikan begitu banyak pasangan alas kaki semuanya menghadap keluar. Artinya posisi alas kaki tersebut menghadap ke arah pintu keluar. Padahal secara umum dan paling mudah dilogika, ketika seseorang masuk pasti alas kakinya menghadap ke dalam, bukan keluar.

Penata Sandal dan Sepatu Jemaah


Saya tunggu jawabannya. Tak lama kemudian beberapa jemaah datang dengan meletakkan sandal atau sepatunya menghadap ke dalam. Begitu mereka masuk untuk ambil air wudu, seorang lelaki mengenakan baju gamis mengambil sandal dan sepatu tadi lalu menatanya agar rapi. Oh, inilah orang yang melakukan perbuatan baik itu, pikir saya.

Saya menunggu kesempatan ia menata kembali alas kaki jemaah. Saat kesempatan itu datang saya mengambil fotonya menggunakan kamera ponsel yang selalu saya siapkan karena saya memang suka nulis. Namun ketika melihat saya mengambil gambarnya, orang tersebut melarangnya.

[Baca Juga: Kisah Gitar Klasik di Kamar Anak]

Sekarang ia membelakangi saya sambil menata sepatu dan sandal jemaah.

Masih ada waktu untuk berbincang dengan lelaki itu. Saya minta izin ambil wudhu dahulu biar nati tidak tergesa-gesa. Ia menuggu saya, lantas menyalami tangan saya sambil mengucapkan salam.

Ia menyebutkan namanya, namun karena difoto saja ia tak mau, untuk sobat semua saya memilih untuk menyamarkannya dengan nama Obik (saya ambil kependekan dari orang baik). Lantas kami ngobrol di antara "pekerjaan"nya menata alas kaki.

"Dahulu saya kerja di masjid ini, tetapi sekarang nggak lagi. Tetapi kalau Jumat masih sering membantu di sini," tuturnya.

Ikhlas Lakukan Perbuatan Baik


Saat saya tanya apa yang mendasarinya mengatur dan menata setiap alas kaki jemaah yang jumlahnya cukup banyak, ia menjawab hal itu menurutnya biasa saja. Ia mengatakan, jika sandal atau sepatu ditata dengan menghadap keluar maka jemaah akan lebih mudah keluar. Ketimbang harus memutar sesuai arah alas kakinya baru memutar dan melangkah keluar.

Kemudian ia menceritakan, dengan manata sandal dan sepatu jemaah sedikit banyak ia mengingat siapa pemilik alas kaki yang diaturnya. Ketika ada seseorang yang ingin berbuat jahat dengan mengambil alas kaki yang bukan miliknya, ia bisa menegurnya.

"Ya nggak seringlah, tetapi orang-orang seperti itu pasti ada dan memang pernah ada," jawabnya.

Lalu saya biarkan ia sibuk dengan aktivitasnya. Beberapa jemaah yang mengenalnya kemudian menyalaminya sambil bercakap santai.

Kembali berdua, sebelum saya menuju pintu masuk yang lain, ia akhirnya mengatakan sesuatu kepada saya dan juga didengar beberapa orang yang ada dekat kami.

[Baca Juga: Gaya Hidup Orang-orang Kaya Ini Bisa Ditiru]

"Sebetulnya menginjak alas kaki orang lain itu kan tidak bagus kan, Mas?" ujarnya kemudian. Ia meneruskan, jika ia melakukan perbuatan baik dengan ikhlas maka ia akan sering mendapatkan perbuatan menyenangkan dari orang lain.

Saya tidak bisa berkata-apa-apa. Saya melempar senyum kepadanya, ia membalasnya dan saya bergegas menuju pintu masuk masjid yang lain.

Usai salam pada salat Jumat, saya selipkan doa baik menurut saya untuk "teman baru" saya yang sudah menginspirasi akan perbuatan baik. ***

Belum ada Komentar untuk "Begini Alasan Perbuatan Baik Penjaga Alas Kaki Masjid Agung Ini"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel