Ini Kisah tentang Warung Makan Bude Lasiah

masnunung - Kira-kira dua belas tahun lalu, belum ada pegawai Pemkab Bintan yang makan pagi atau siang di warung makan Bude Lasiah, Bintan Buyu. Kini, bermunculan warung-warung serupa di sepanjang jalan baru yang menjadi akses ke zaman modern.

Ini adalah sebuah kisah yang bisa terjadi pada semua orang. Ketika pembangunan dilaksanakan, sebuah daerah yang awalnya hutan belantara kemudian menjadi keramaian manusia. Seperti Kantor Pemerintahan Kabupaten Bintan di Bintan Buyu, yang awalnya hutan belukar.

Namun bahkan pada saat itu, sobat mungkin akan berpikir ulang ketika ditawari untuk tinggal di sini. Padahal kenyataannya sudah ada beberapa perantau yang mengadu nasib di kawasan tersebut.

Salah satunya Bude Lasiah yang sudah sepuluh tahun silam tinggal di Bintan Buyu dan kemudian membuka warung makan. Warung makan miliknya dibuat dengan bahan utama kayu, lantai plaster dengan bangunan yang tak sepenuhnya tertutup.

warung makan terdekat bude lasiah di bintan buyu


Jangankan gedung pemerintah, saat itu jalan yang ada juga masih setapak. Kebanyakan warga yang tinggal di sini bekerja sebagai penoreh getah yang masih bisa disaksikan sisa-sisa kebunnya.

Menurut Bude Lasiah, meski beberapa waktu lalu usahanya menjadi warung makan terdekat bagi para pegawai Pemkab Bintan, nyatanya sekarang tidak lagi. Beberapa membuka warung makanan terdekat, artinya letaknya lebih dekat dari Kantor Pemerintahan Pemkab Bintan.

Warung makan Bude Lasiah memang menyajikan menu sederhana. Oleh karena itu warga menyebutnya warung makan sederhana.

Diakui oleh Bude Lasiah, pemasukannya dari warung makan lebih banyak sebelum kawasan ini berkembang karena pembangunan. Memang, saat masih belum seramai ini warga yang tinggal belum banyak, namun juga belum banyak warung makan.

[Baca Juga Pembeli Pulsa Elektrik Ini Bikin Saya Sakit Perut]

Saat para pegawai kantor pemerintahan pindah dari Kijang, Kecamatan Bintan Timur ke BIntan Buyu pada awal 2012 silam, jalan raya aspal di depan warung Bude Lasiah menjadi ramai. Setiap pagi dan sore ratusan kendaraan bermotor melintas, milik para pegawai.

Belum lagi kendaraan milik warga yang memiliki kepentingan dan harus datang ke kantor ini. Seharusnya semakin banyak orang warung Bude Lasiah semakin ramai.

Ternyata Bude Lasiah sudah memperkirakan hal tersebut. Ketika Bintan Buyu menjadi "kota" baru, yang berpikir untuk membuka warung makan semakin banyak. Dan hal tersebut tidak membuat perempuan perantau yang tangguh ini mengeluh.

Resep Menjalani Hidup


Berbincang sebentar dengan Bude Lasiah ada beberapa hal yang membuat saya ingin menuangkannya di sini. Sebuah petuah, nasihat yang disampaikannya melalui pengalaman panjang.

Setiap Sesuatu Ada Zamannya

Tak bisa dipungkiri, ada kalanya kita melihat sebuah usaha yang begitu cepat tumbuh. Sementara usaha lain yang sebelumnya terlihat besar tiba-tiba jatuh. Unyuk mencoba bertahan, mau tak mau harus mengiringi perjalanan kemajuan tersebut.

Contohnya bemunculannya start up atau apalah orang menyebutnya. Baik e commerce, toko online atau sejenisnya. Sejumlah ritel tumbang, kalah dengan cara belanja masa kini yang bisa dilakukan dari dalam kamar.

Rezeki Tak Tertukar

Bude Lasiah juga memahami sepenuh hati rezekinya tak tertukar. Karena rezeki sudah dipaket-paketkan dengan penerimanya, seseorang tak akan mampu merebut hak orang lain.

Jika ada seseorang yang membuka warung makan sama dengan apa yang dibuat Bude Lasiah, kemudian tutup atau sebaliknya ramai, yakinilah bahwa itulah rezeki orang tersebut. Dengan menjaga prinsip tersebut Bude Lasiah pun enjoy saja menghadapi kehidupan ini.

Tetap Berusaha dan Berdoa

Nasihat sangat kuno, zaman penjajahan pun sudah ada. Namun sejatinya itulah yang benar. Di tengah persaingan Bude Lasiah tetap membuka warung makan sederhananya setiap hari. Ia tak begitu memikirkan warung makan terdekat dari Kantor Bupati Bintan bukan lagi miliknya, namun ia harus buka setiuap hari.

Selanjutnya ia melengkapinya dengan berdoa. Dua tindakan itu dirasa Bude Lasiah cukup manjur untuk menjalani hidup yang kata sebagian besar orang semakin sulit.

[Baca Juga Arti Seekor Anak Kucing bagi Seorang Bocah SD]

Sobat, itulah beberapa hal yang bisa saya sampaikan setelah menikmati sarapan di sebuah pagi hari di warung makan Bude Lasiah, setelah simpang Bintan Buyu sebelah kiri.

Jika kebetulan sobat melintas, silakan mampir dan sobat akan dijumpai pemilik warung makan yang tak lain Bude Lasiah. Mudah kok menemukan warungnya, karena ada labelnya. ***

Belum ada Komentar untuk "Ini Kisah tentang Warung Makan Bude Lasiah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel