Karena Durian, Saya Dijuluki Manusia Bodoh

masnunung - Durian ialah buah terlezat. Tentu saja pernyataan itu akan mendapatkan dukunagn bagi mereka yang memang penyuka buah berbau menyengat ini. Sementara bagi orang seperti saya, tentu saja menolaknya.

He he, karena saya memang tak pernah menjadi penyuka buah durian yang istilahnya sampai nggak bisa tidur sebelum menyantapnya. Sebenarnya ada ceritanya sih. Saat masih SD, saya nangis karena durian yang dibeli ayah habis. Padahal ya memang jatahnya habis, karena saudara saya juga makan.

Lalu saya menangis keras, meraung-raung. Diciwel (dicubit) ibu tak mempan, akhirnya ibu saya yang guru agama ke tempat Pakdhe saya dan pulangnya membawa beberapa buah durian. Dusuruh menghabiskan sendiri. Bayangkan sobat. And the minat is over...

durian tembaga asli Pulau Bintan


Sejak 10 tahun terakhir, saya tinggal d Pulau Bintan. Salah satu pulau di Provinsi Kepri yang di dalamnya juga ada wilayah 3 kantor Pemda, Pemkot Tanjungpinang, Pemkab Bintan dan Pemprov Kepri.

Urusan durian. Pulau Bintan termasuk pantas diperhitungkan. Beberapa kebun durian di Bintan menghasilan jenis terlezat, Durian Tembaga. Disebut tembaga karena warna dagingnya menyerupai tembaga.

Setahun dua kali, saya tak tahu persis bulan apa, Pulau Bintan berlimpah buah durian. Jadi sobat jangan heran jika ada warga Pulau Bintan yang pekerjaannya hanya berjualan buah ini. Mereka yang menekuninya pasti merasakan hasilnya. dengan dua kali panen setahun, bisa penjualannya mantap agaknya cukup untuk hidup enam bulan. Mungkin.

[Baca Juga: Ini Resep Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih]

Seingat saya, dahulu di Pulau Bintan orang jyual durian itu per biji. Belakangan saja ditimbang sama kulitnya. Agaknya pengaruh cara belanja warga Batam yang setiap akhir pekan berdatangan ke Pulau Bintan untuk merasakan durian lokalnya. Mereka terbiasa cepat, akhirnya cara menjual buah durian di Bintan pun sama di Batam. Ditimbang sama kulitnya sekalian.

Ceritanya ada teman sekolah yang tahu jika saya di Pulau Bintan. Ia pun mengirimkan pesan kepada saya, menanyakan musim durian nggak? Saya balasnya dengan foto pedagang durian di Jalan Lintas Barat. Kebetulan beberapa hari berselang saya diajak teman meninjau hutan bakaunya.

Pulangnya teman saya itu ngajak mampir ke kedai buah durian di Jalan Lintas Barat. Kami bertiga, dua menikmati bongkahan buah durian yang menyengat. Saya melihatnya saja, maaf nggak kepingin bro. Jadi saya ambil saja fotonya. Itulah yang saya kirimkan ke teman sekolah saya.

Lalu dia nanya, harganya berapaan. Saya sebutkan bahkan di Pulau Bintan masih ada yang jual duriannya per biji. Yang ukurannya kecil ada yang Rp10 ribu. Dia nanya serius, saya jawab berius-rius.

Lalu teman saya meledek, kenyanglah saya tiap hari menyantap durian lokal. Saya balas nggak doyan. Dijawab dengan lugas, betapa bodohnya saya menjadi manusia jika tak doyan durian.

Waduh, hanya karena buah durian dijadikan indikator, satu-satunya lagi, untuk menggulirkan kesimpulan pribadinya bahwa manusia yang tak doyan durian itu bodoh.

Saya tahu teman saya guyon. Paling ia hanya menyayangkan kok saya nggak doyan buah durian. Sementara pulau tempat saya tinggal termasuk surganya durian lokal. Saya tahu sifat teman saya tadi.

Lalu perbincangan melebar ke duian jenis lain. Ia bertanya kalau durian montong ada nggak di Tanjungpinang, saya jawab ada di supermarket. Namun ternyata menurut dia rasanya kurang menggigit. Yealah nanya sendiri dijawab sendiri.

Di hari berikutnya saya kabari teman saya kalau memang penggemar buah durian sejati layak datang ke Tanjungpinang. Saya ceritakan bagaimana teman saya yang pemilik lahan hutan bakau pernah membeli sebutir buah durian seharga Rp600 ribu.

[Baca Juga: Sayur dan Buah Ini Cocock Ditanam secara Hidroponik]

Kata teman saya, itulah harga sebutir durian musang king asal Malaysia yang dikenal berbiji kecil namun daging buahnya tebal dengan rasa yang lezat.

Kesimpulannya, kalau ia boleh cuti kerja akan datang ke Pulau Bintan saat musim durian berikutnya. Sambil menunggu, saya mencoba mencari informasi tentang teman saya ini ke teman-teman sekolah lain.

Saya ingin tahu, kira-kira ada nggak satu jenis makanan, entah itu minuman, makanan atau buah yang tidak disukai teman saya penggemar durian tadi. Jika sudah tahu, saya akan balik dengan mengajaknya ke buah tersebut setelah menyantap durian. Tentu saja buah yang sangat saya suka dan dia tak suka.

Biar impas seoal sebutan bodoh tadi hahaha. Ah, gara-gara buah durian jadi kangen ketemuan. ***

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel