Memanusiakan Sesama, Sopir Ini Diangkat Derajatnya Melalui Biji Jagung

masnunung - Rahasia hidup itu begitu unik, dan tak ada satu pun manusia yang mengetahuinya karena semata-mata itu urusan Allah. Pun dengan rezeki, masa depan, sudah digariskan. Berikut ini adalah kisa nyata yang saya tulis dengan nama disamarkan dengan harapan bisa memberikan motivasi.

Beberapa tahun silam, seorang pemuda dari keluarga pas-pasan bekerja penuh semangat. Di sebuah kampung di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, kehidupan sehar-hari tak lepas dari pekerjaan seputar ternak atau menjadi kuli. Dan si pemuda tadi, saya sebut saja Kuat, tak memilih-milih pekerjaan.

Asalkan pekerjaan tersebut halal, ia akan dengan senang hati melakukannya. Ia bekerja tanpa mengeluh mengapa dilahirkan sebagai anak orang kurang mampu. ia percaya bahwa garis hidupnya sudah ada yang mengatur. Merasa sebagai mahluk, Kuat pun sebisa mungkin menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslim.

biji jagung

Ketika musim jagung, Kuat bekerja dengan orang lain. Tugasnya menjadi sopir truk yang mengantarkan jagung ke perusahaan di Surabaya, Jawa Timur. Sudah biasa bagi kuat untuk pergi pagi pulang pagi lagi untuk mendapatkan jagung terbaik. Jika ia bekerja bagus, majikannya pun senang.

Biasanya, di perusahaan tempatnya setor jagung Kuat hanya diterima pegawai bagian pencatatan. Lalu uangnya akan ditransfer pihak perusahaan kepada majikan Kuat. Jadi Kuat memang tidak memegang uang kontan hasil pengiriman jagung. Kuat pun tak peduli soal itu, justru ia merasa tak khawatir karena tak membawa uang banyak.

[Baca JugaKarena Durian, Saya Dijuluki Manusia Bodoh]

Namun pada suatu ketika, di perusahaan tempat ia setor jagung ada seseorang yang usianya sudah agak tua berjalan di ruang kerja para pegawai.

Kuat bertanya apa yang membuat langkah kaki lelaki tadi seolah-olah diseret. Lalu lelaki tua itu menunjukkan salah satu kakinya, dekat telapak kaki terlihat luka. Luka yang mengakibatkan daging kaki berlubang.

Menurut lelaki itu, lukanya itu belum lama, terjadi dengan cepat karena tergores benda tajam. Ia ke perusahaan untuk minta tolong kepada anaknya, namun anaknya yang mengelola perusahaan sedang rapat. Jadi ia menunggu anaknya selesai rapat.

Kuat dengan ikhlas membantu, ia mencoba melihat luka itu. Anhnya, si lelaki tua membiarkan Kuat kemudian membersihkan luka itu dengan kain handul kecil milik lelaki tua tadi. Kuat pun mengambil air hangat di dispenser yang ada di ruangan.

Melihat sikap Kuat, lelaki tadi mengajak sopir itu untuk ke rumahnya yang terletak di samping perusahaan. Kuat mendampingi lelaki tua itu ke rumahnya. Di ruang tamu yang sepi, Kuat kemudian mengurut-urut daerah sekitar luka di kaki itu.

[Baca JugaTukang Parkir yang Mencuri Hati Saya]

Keduanya lantas bercerita. Entah apa yang diucapkan Kuat, rupanya pijatan tangannya membuat lelaki tua tadi selalu minta dipijat setiap kali Kuat datang setoa jagung. Bahkan saat kedatangannya ke sekian kali, Kuat membawa ramuan tradisional yang kabarnya mempercepat penyembuhan.

Luka si lelaki tua akhirnya ditangani oleh dokter namun entah mengapa pulihnya lama. Saat bertemu, Kuatlah yang membuka dan memasang kembali perban di luka itu. Membuat hubungan kedua manusia beda usia ini semakin dekat.

Lelaki tua bertanya, mengapa Kuat mau membantunya sampai seperti itu. Dijawab oleh Kuat kalau ia sudah ditinggal ayahnya sejak masih kecil. Hal itulah yang membuatnya selalu menaruh hormat kepada orang yang lebih tua darinya.

Bagi Kuat, orang tua adalah mahluk yang seharusnya diperhatikan lebih seksama. Sebab secara kesehatan, kakinya tak sekuat dahulu, bicaranya tak sejelas saat muda, penglihatannya tak setajam kala remaja dan kelemahan lain.

Suatu petang ketika Kuat hendak pulang, lelaki tua tadi bertanya apakah Kuat punya rekening di bank. Kuat bertanya untuk apa, dijawab lelaki tua untuk transfer uang pembayaran jagung. Lelaki tua sudah bilang ke anaknya ia yang akan mentransfernya.

Kuat tentu saja tak ingin pembayaran melalui rekeningnya. Karena biasanya selalu lewat rekening majikannya. Namun karena didesak akhirnya Kuat memberitahukan nomor rekeningnya kepada lelaki tua tadi.

[Baca JugaBegini Alasan Perbuatan Baik Penjaga Alas Kaki Masjid Agung Ini]

Dan pulanglah Kuat lewat Pantura. Di tengah perjalanan ia ditelepon lelaki tua yang mengabarkan uang penjualan jagung sudah ditransfer ke rekening Kuat. Kuat diminta mengambil bagian majikannya, sedangkan sisanya diminta dibelikan jagung sendiri oleh kuat dan disetor ke Surabaya atas nama Kuat sendiri.

Betapa gundah hati Kuat. Ia mencari-cari ATM dan bergegas mendekat ketika melihat ada ATM di ssebuah SPBU. Ketika mengecek nilai transfer, betapa terkejutnya ia. Buru-buru ia menelepon lelaki tua di Surabaya.

"Pak, uangnya kelebihan banyak sekali. Bapak salah transfer."

"Tidak salah. Yang bagian majikanmu berikan saja, sisanya kamu pakai," jawab suara si ujung ponsel.

Kuat lemas, sendinya linu. Seumur hidupnya belum pernah ia mendapatkan uang sebanyak itu. Ia menelepon lelaki tua berkali-kali namun dijawab sama. Itu karena kebaikan Kuat merawat lukanya dengan sabar.

Setelah menyetorkan uang penjualan kepada majikannya di kampung seberang, Kuat minta izin untuk berhenti karena ingin berusaha sendiri menjadi pengumpul jagung di kampungnya. Majikan mempersilakan Kuat mengambil jalan sendiri karena ia tahu sopir ini jujur.

Disertai doa majikannya, Kuat pun minta diri.

Kini, Kuat adalah penampung jagung terbesar di kampungnya. Untuk memperlancar pengiriman jagungnya, Kuat sudah memiliki beberapa truk. Ia tak lagi menyopir sendiri, karena sudah ada beberapa pegawai yang bekerja padanya.

Setiap jagung yang diperolehnya akan disetor ke lelaki tua di Surabaya. Begitulah sobat, rezeki tak ada yang mengira. Semoga menjadi inspirasi sobat. ***

Diceritakan oleh M Priyo Utomo, pemilik Zahara Sticker Jala Raya Pati - Kudus (Kaliampo). Jika sobat memiliki atau mengetahui kisah inspiratif dalam hal apa saja, silakan beritahu saya melalui email yang bisa sobat temukan di halaman Contact. Selanjutnya saya akan meminta keterangan lebih lengkap sebagai bahan artikel. Semoga kepedulian sobat bisa membuka mata dan hati pembaca lain dan berpikir bahwa hidup harus dijalani sepenuh hati...

3 Komentar untuk "Memanusiakan Sesama, Sopir Ini Diangkat Derajatnya Melalui Biji Jagung"

  1. Rezeki memang tidak terduga dari mana arahnya
    Selama jujur, selalu ada saja rezeki yang singgah
    Wah jadi penasaran, kira-kira berapa uang yang ditranser ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah sua lagi, apa kabar mas bro?

      Hapus
  2. Jika kita sudah sesuaijalur memang rizkin tidak kemana - mana

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel