Membuat Portofolio yang Baik, Benar dan Disukai Perusahaan

masnunung - Kebanyakan perusahaan zaman now meminta portofolio saat merekrut tenaga kerja. Dan istilah portofilio pun lama-kelamaan menjadi umum untuk dibicarakan. Sudahkan sobat memiliki bayangan seperti apa portofolio itu?

Atau sobat sempat bertanya kepada teman sepermainan tentang cara membuat portofolio dan tak juga mendapatkan jawaban? Kali ini saya akan mengulas hal-hal pokok yang harus sobat munculkan pada sebuah portofolio.

membuat portofolio yang baik dan benar

Segera baca karena sebentar lagi akan musim lowongan pekerjaan. Sobat siapkan jadi pada saatnya nanti tidak kelabakan karena belum memiliki portofolio. Atau biar rileks putar juga lagu-lagu bernuansa Januari mumpung bulannya masih berjalan.

Pengertian


Sebelumnya mari kita ketahui terlebih dahulu apa pengertiannya. Di sini saya batasi pada portofolio pribadi saja, yakni dokumen yang berisi segala informasi yang ada pada diri seseorang lengkap dengan nilai yang bisa dijual.

Dokumen ini dibuat sedemikian rupa sehingga perekrut tenaga kerja tertarik dan memanggil pelamar. Portofolio menjadi penting karena di dalamnya ada data diri, kemampuan yang bisa dilakukan, bukti dari kemampuan yang sobat jual, foto pendukung bahkan video karya atau proyek.

Bahkan kalau perlu ada testimoni atau pengakuan pihak lain tentang karya yang pernah sobat buat.

Tim MRD di sebuah perusahaan hanya akan melihat bagaimana sobat membuat portofolio dan isinya. Dari dua hal tersebut mereka memiliki keputusan apakah akan memanggil sobat untuk bergabung atau tidak.

Fungsi


Portofolio dapat mewakili sobat, apa yang ada dalam diri, bakat yang bisa dimanfaatkan, sehingga menjadi pertimbangan saat melamar sebuah pekerjaan. Perusahaan akan melihatnya sebagai acuan apakah kira-kira sobat orang yang pantas atau tidak untuk posisi yang dicari.

Berkat informasi dan menyusun portofolio yang baik dan benar, perusahaan seakan-akan mendapatkan hasil wawancara dari semua keterangan yang Anda cantumkan di dalamnya. Kapasitas, kemampuan sobat bisa dirasakan melalui dokumen ini.

Membuat Portofolio


Kini saya akan masuk ke ulasan membuat portofolio. Perhatikan poin demi poin agar nanti portofolio yang dibuat tidak terkesan asal-asalan. Perusahaan butuh dokumen pelamar yang menarik untuk dibaca. Kemampuan sobat luar biasa namun tak mampu menguraikannya ke dalam dokumen bisa jadi tak menarik untuk dibaca.

Daftar Isi


Mengingat fungsinya di atas, portofolio sebaiknya dilengkapi dengan daftar isi. Dengan demikian perusahaan dengan mudah menemukan informasi tentang sobat melalui semacam link yang memudahkan mereka menemukannya.

Jika portofolio sobat lengkap, tentu akan ada beberapa lembar halaman. Jika dibuat secara online, tentu merepotkan kalau perusahaan harus membuka halaman satu persatu untuk menemukan salah satu informasi. Jika ada daftar isi, tinggak klik misalnya contoh karya, maka akan tampil foto atau video karya yang pernah sobat buat.

Sertakan Resume


Portofolio yang baik membutuhkan curriculum vitae atau CV, sering juga diistilahkan dengan kata resume. Gunanya memberikan informasi data diri secara singkat. Di sini ada nama, tanggal lahir, alamat sobat dan data diri lain yang bisa dicek.

Resume ini akan dijadikan dasar apakah sobat memiliki salah satu dari sekian syarat sebagai pelamar. Misalnya yang dibutuhkan adalah karyawan dengan usia minimal 25 tahun, sementara dalam resume sobat pada tanggal lahir usianya belum mencukupi.

Apa yang Ingin Dicapai


Bekerja di sebuah perusahaan tentu dituntut memiliki visi dan misi. Bukan hanya saat sobat melamar sebagai kandidat calon bupati atau kepala daerah yang ditutut menyampaikan gagasan atau capaian apa yang akan dilakukan ke depan.

Buatlah gagasan capaian jangka pendek dan jangka panjang. Sehingga perusahaan akan melihat sebetapa visioner sobat ketika dimasukkan sebagai tim yang tangguh.

Sobat Itu Siapa


Portofolio bukan manusia yang bisa dilihat penampilannya, ditanya atau dikritik. Namun portofolio setidaknya mampu mewakili sobat meski semuanya hanya sekilas. Kalau sobat memiliki ratusan karya dan ribuan testimoni, tentu tak bisa dituliskan semua, bukan?

Setidaknya proyek atau karya terbaik yang sobat tuliskan di dalam portofolio. Di sinilah sobat menjual diri, bahwa ada keterampilan dan pengalaman yang dibutuhkan perusahaan.

Sobat pernah memimpin sebuah tim, menjadi penilai, atau kebanggan lain jangan disimpan, cantumkan di sini.

Foto dan Video


Jika sobat melamar posisi desain grafis, bisalah di dalam portofolio dicantumkan beberapa foto hasil karya. Sementara jika yang dibutuhkan perusahaan adalah orang yang menguasai desain interior tentu foto saja tak cukup.

Sertakan juga video atau file aplikasi tiga dimensi yang bisa dicek layaknya gambar hidup. Bisa dilihat dari berbagai sudut, bagaimana cara sobat memberikan efek pencahayaan, penataan ruangan dan sebagainya.

Jangan Lupa Testimoni


Pengakuan atau testimoni cukup diperhatikan perusahaan pembuka lowongan kerja. Saat me,ihat portofolio sobat dengan contoh karya yang aduhai, akan lebih mayakinkan lagi jika disertai pengakuan dari klien atau orang yang proyeknya pernah sobat tangani.

Bayangkan jika sobat mendapatkan pengakuan seperti ini: dengan warna-warna dasar, kafe saya menjadi lebih hidup. Terlihat kematangan diri pada desain yang ditampilkan. Alhamdulillah ornamen dinding samping, depan dan belakang tempat usaha saya banyak dipuji pengunjung.

Dan sobat adalah seorang desain interior untuk kafe yang baru dibuka.

Cantumkan Penghargaan


Ada momen yang mungkin membuat sobat menangis bahagia. Misalnya dipanggil ke atas panggung sebagai juara ke sekian lomba desain grafis, lalu beberapa kali diundang sebagai pembicara.

Cantumkan penghargaan tersebut, entah foto atau scan sertifikat dan dokumen penghargaan lain. Pernah menjadi peserta seminar pun boleh dicantumkan. Kan nggak semua orang pernah ikut seminar, benar?

Carilah penghargaan yang terlama dan terbaru, sehingga perusahaan melihat sobat eksis di bidang yang digeluti. Bahkan semakin tampak kemajuan karya karena penghargaan terbaru peringkatnya lebih tinggi dibanding sebelumnya.

Oke sobat, demikianlah beberapa hal mendasar tentang portofolio. Semoga hari ini sobat diberikan kemudahan segala urusan baik, dilancarkan rezeki dan menjadi insan yang berguna bagi orang lain. ***

Belum ada Komentar untuk "Membuat Portofolio yang Baik, Benar dan Disukai Perusahaan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel