Pantai Tanjungsetumu, Kue Pendaram dan Kemunting, Wisata Baru Pulau Bintan


pantai tanjungsetumu
masnunungdotcom - Malam sudah larut, ketika WhatsApp saya menyala, dua malam lalu. Lalu beberapa foto masuk berurutan. Saya langsung mengenalinya sebagai Tanjungsetumu, pantai di ujung Dompak, Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Tanjungsetumu saat saya datang ke sana, sudah setahun lebih, adalah pantai yang belum dikenal luas. Paling hanya warga setempat. Itu pun belum begitu difavoritkan. Tanjungsetumu masih kalah dengan Tanjungsetumu. Padahal dari sisi keindahan, Tanjungsetumu justru alam banget.

Pengirim foto-foto geliat Tanjungsetumu tadi ialah Dodi Igor, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dompak. Saya dekat dengan dia karena memiliki darah yang sama, darah ngeblog. Dan foto-foto tadi membuat saya bersyukur.

Kehadiran Tanjungsetumu bisa menjadi pilihan warga yang ingin berlibur. Apalagi Tanjungpinang termauk "miskin" wisata alamnya. Maksud saya yang benar-benar tempat wisata berbasis alam.

Bisalah menjadi pelengkap adanya Tepi Laut, Bukit Manuk, Pulau Penyengat, Tanjungsiambang.

Pesona Tanjungsetumu

Sebagai tempat wisata yang sebentar lagi dibuka untuk umum, Tanjungsetumu harus memiliki fitur menarik. Dan hal ini sudah dipikirkan dengan matang oleh teman-teman saya di Pokdarwis Dompak.

Pondok Cinta

Merupakan rumah kecil beratap ilalang dengan tiang dan kerangka bangunan dari kayu. Pondok ini dibangun untuk duduk atau sekadar rebahan sambil menikmati lembutnya angin menyapa. Sementara di hamparan sana, di ujung pantai, air laut bergerak pelan, alurnya menimbulkan tarian alam.

Harapannya, setiap pengunjung yang singgah di Pondok Cinta akan merasakan betapa alam memiliki kekuatan untuk membangkitkan cinta. Cinta dan kasih sayang untuk pasangan, anak, sahabat, keluarga dan alam. Bayangkan, betapa indahnya hidup ini jika selalu mengedepankan cinta.

Selfie Sana Sini

Sejak dunia mengenalkan benda bernama ponsel, lalu teknologinya dibuat terus berkembang, selfie atau swafoto tiba-tiba menjadi kewajiban yang harus dilakukan di tempat wisata. Dan Pokdarwis Dompak paham betul dengan kebutuhan ini.

Saat ini tengah dalam pengerjaan beberapa spot foto yang cantik namun tetap kental nuansa alamnya. Karena pengunjung akan datang ke Tanjungsetumu bukan karena di sini ada mal modern, melainkan keindahan yang menyatukan manusia dengan alam. Bahkan bahan-bahan untuk spot foto pun diusahakan diambil dari alam.

Pantai Berpasir Putih

Pantai diakui atau tidak, masih menjadi tempat favorit untuk mengisi liburan. Entah mengapa, saya pribadi kalau menyaksikan air rasanya tenang. Di Tanjungsetumu, pantainya landai dengan pasir putih yang bisa dijadikan arena bermain keluarga. Ayah, ibu, anak dan anggota keluarga lain bisa meninggalkan jejak kakinya.

Sementara yang tak ingin bermain bisa tetap duduk di pondok cinta. Posisi pondok sengaja dibuat tanpa dinding atau pembatas, salah satu gunanya bisa dijadikan semacam menara pengawas orang tua untuk anak-anaknya yang bermain di pantai.

Bebatuan Alam

batu pantai tanjungsetumu

Salah satu keunggulan Tanjungsetumu ialah banyaknya bebatuan dengan ukuran beragam. Ini bukan batu buatan seperti para tukang taman memanipulasi tampilan batuan. Luarnya memang berbentuk batu, eh rupanya dalamnya berongga. Sementara batu di sini benar-benar alam. Dipahat alam.

Seperti kebanyakan, bebatuan yang tingginya minimal 50 meter pasti akan diduduki dan sefie lagi dong. Bebatuan ini tersebar di sepanjang pantai. Posisinya juga bisa dipilih. Mau yang berdiri sendiri, di bawah pohon atau kumpulan batu.

Uniknya, bebatuan di sini didominasi bentuk yang rata permukaannya. Nyaman untuk diduduki. Pantai yang landai membuat tonjolan bebatuan tempat yang pas untuk berfoto.

Camping Land

Pernah dengar Java Rockinland? Itu adalah pagelaran musik rock terbesar di Indonesia yang dilaksanakan di Jakarta. Sejumlah grup band rock papan atas dunia pernah tampal di acara ini. Saya hanya ingin menganalogikan soal namanya.

Dengan demikian sobat pasti akan dengan gampang menebak apa maksud Camping Land. Ya, ada bagian di Tanjungsetumu yang asyik banget buat mendirikan tenda atau kemping.

Emceka

Tenang saja, kalau sudah dilaunching nanti sobat tak akan kebingungan ketika tiba-tiba perut bernyanyi lagu keroncong (an) karena sakit perut. Kan ya nggak lucu di saat seperti itu harus pontang-panting mencari tempat yang tersembunyi. Lha kalau ada ular bagaimana? Selesai baung hajat malah musibah.

Fasilitas Mandi, Cuci, Kakus akan disediakan. Maksudnya tempat bilas, buang air dan cuci tubuh dengan air tawar untuk menghilangkan asin air laut di kulit sobat. Bukan tempat cuci pakaian kotor yang dibawa dari rumah. Itu mah laundry hehe.

Saat mengirimkan foto-foto Tanjungsetumu, Dodi juga mengatakan jika launching Tanjungsetumu melibatkan sejumlah pihak. Seperti Pokdarwis, kelurahan bahkan stakeholder di atasnya, Pemko Tanjungpinang dan Pemprov Kepri.

Selain fasilitas di atas, Tanjungsetumu ternyata memiliki sesuatu yang bisa jadi tak ada di tempat wisata lain.

Pesona Unggulan Tanjungsetumu

Batu Berlubang

Batu berlubang adalah batu alam yang teronggok di pantai namun sebagian tubuhnya terendam air laut saat pasang. Batu ini memiliki lubang di bagian atas sehingga menjadi semacam ikon.

Batu berlubang di Tanjungsetumu ini diperkirakan akan menjadi salah satu spot foto yang banyak diminati. Kalau suka, basah-basahan pun akan dilakukan. Bukan begitu, sobat?

Kue Pendaram

Nah, yang satu ini ada urusannya dengan kuliner. Wisata tanpa kuliner mungkin seperti lagu Slank, pantai tanpa lautan di Anyer 10 Maret. Pokdarwis tengah merancang setidaknya seminggu sekali ada pasar wisata dengan jajanan utama kue pendaram.

"Ke depan warga sekitar Tanjungsetumu bisa memanfaatkan ramainya pengunjung untuk memperkenalkan makanan khas Melayu ini," ungkap Dodi.

Panen Kemunting

Di Tanjungsetumu, ada lahan luas yang banyak tumbuh pohon kemunting. Bagi yang tak mengenalnya, ia akan dianggap sebagai pepohonan biasa. Padahal pohon ini bisa berbuah dan bisa dimakan.

Buah kemunting rasanya manis. Saya jamin, banyak sobat yang belum pernah mencicipi rasa kemunting ini. Kabarnya sih kalau sudah pernah mencoba rasanya, akan ketagihan.

Oleh Pokdarwis, pohon kmunting dilestarikan di Tanjungsetumu. Buah kemunting yang sudah masak warnanya ungu tua, dengan permukaan seperti berkabut. Buang saja bagian ujung atau kepalanya, maka kemunting siap dimakan bersama kulit-kulitnya.

Kemunting pasti akan membuat kalian yang selama ini tinggal di kota heran. Daripada heranm tunggu launching Pantai Tanjungsetumu, ya?

Mancing Tanpa Perahu

Sementara bagi yang hobi memancing, Pantai Tenjungsetumu juga bakal dilengkapi agenda berupa atraksi wisata. Menurut Dodi, bentuknya ialah mengarung.

Kata ini mengandung arti memancing tanpa menggunakan perahu. Wah pasti seru ya sobat. Jangan lewatkan event ini nanti, siapa tahu kalian juaranya hehe.

Mencari Gonggong

Hayo, yang tinggal di Pulau Bintan kabengeten kalau nggak tahu apa itu gonggong. Hewan laut ini memiliki daging yang lezat dan hanya ada di perairan Kepri. tetapi selama ini sobat menemukannya sudah dimasak di atas piring.

Di Tanjungsetumu, kelak kalian bisa ikut bekarang mencari gonggong bersama. Keren kan bisa merasakan bagaimana rasanya mencari gonggong di habitatnya.

Lokasi Tanjungsetumu

Tanjungsetumu bisa ditempuh dari Jembatan Dompak di depan Ramayana, lalu menuju arah Tanjungsiambang, terus saja nanti ada jalan masuk yang masih sangat alami.

Sobat bakal melewati pepohonan besar dan beberapa rumah yang sudah tak lagi dihuni. Kira-kira setengah jam dari jalan masuk, akan terhampar luas dataran dengan pohon kemunting serta ilalang.

Karena dipersiapkan sebagai tempat wisata, Tanjungsetumu kini jauh lebih mudah diakses. Tak hanya sepeda motor, kendaraan roda empat dipastikan aman masuk sampai ke lokasi. Kalau urusan parkir, ada banyak tempat yang bisa sobat pakai.

Tempat ini juga sangat cocok bagi kalian yang suka kemping atau berkemah. Biasanya ada momen-momen tertentu yang lebih indah dialami dengan kemping. Mau buat api unggun juga silakan, dengan syarat tetap memerhatikan lingkungan. Jangan sampai merusak.

Tunggu informasi berikutnya soal Tanjungsetumu di blog saya ini dan salam wisata.***

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel