Password WiFi di Kedai Kopi Ini Bergaya Jadul


password wifi

masnunung - Password wifi adalah sesuatu yang penting banget tatkala kita masuk ke sebuah kafe, tempat makan, tempat nongkrong dan sebagainya. Memang sudah zamannya, jika tempat seperti itu tak memiliki akses internet, ya siap-siap saja ditinggalkan pelanggan.

Ini kenyataan hidup (halah seperti sesuatu yang syahdu) yang selalu saya lihat bahkan rasakan setiap kali memasuki Kedai Kopi Rezeki milik Asun di depan MAN Kota Tanjungpinang. Sebenarnya saya belasan kali ngopi bersama teman-teman di sini, namun kok baru menyadari ada password wifi unik di tempat ini.

Menurut saya unik karena password wifi yang ada di tempat ini sangat jadul. Kalian berpikir jika jadulnya mungkin menggunakan kata-kata seperti dinosaurus, bigbang, t-rex atau zaman kerajaan. Sama sekali bukan. Bukan itu.

Sang pemilik kedai kopi ini menunjukkan password wifi id yang dipasangnya dengan menuliskannya. Asun atau istrinya atau anaknya menuliskan password itu setiap hari. Tidak ditulis pada secarik kertas kecil lalu dibagikan kepada setiap pengunjung kedai kopinya.

Asun justru menggunakan buku tulis. Sampulya ditempel di dinding rukonya dengan selotip, otomatis lembaran bukunya terjatuh ke bawah. Nah di lembaran putih bergaris-garis inilah tempat password wifi tadi dituliskan. Ketika saya datang pagi tadi, kira-kira pukul 09.30 WIB, yang tertara di lembaran itu ialah 1009. Itulah passwordnya.

[Ingin tahu soal sticker? Baca blog saya yang satu ini]

Tak usah belajar cara membobol wifi atau mengetahuinya dengan cara nakal. Pakai aplikasi pembobol wifi misalnya, karena dengan sangat senang hati Asun justru menuliskannya. Bukan hanya di satu dinding, ada empat buku tulis tempat kata kunci ditulis di Kedai Kopi Rezeki ini.

Dua di dinding sebalah kanan, dua di sebelah kiri. Mungkin maksud Asun biar pengunjung kedai kopinya bisa melihat password wifi tadi saat duduk di kursi manapun.

"Memang unik kedai kopi ini, tak perlu repot bertanya kepada pemilik atau karyawan apa kata kunci wifi-nya," ungkap teman saya yang pagi itu mengajak saya ngopi.

Bukan hal aneh, meski sudah bertanya kepada karyawan kadang salah menyebutkan. Jadi saat diketikkan di ponsel atau laptop nggak nyambung-nyambung. Rupanya huruf A-nya besar, rupanya angk1-nya dua dan sebagainya. Kalau ditulis di secarik kertas kecil juga kurang efektif.

"Kalau begini mah enak. Nggak usah nanya-nanya, dilihatin dengan tulisan besar-besar pakai spidol," timpal seorang pengunjung Kedai Kopi Rezeki sambil tertawa kecil.

Sementara bagi pemilik kedai, Asun, caranya memudahkan dan menyenangkan semua pelanggannya. Meski untuk hidup di zaman modern ini ia masih mengenakan cara kuno atau jadul, toh tetap bisa bersanding. Ini zaman now dengan teknologi zaman old hehe.

Lagian, sebagai pemilik usaha yang seharusnya dilayani ialah para pembeli atau konsumen yang masuk. Ia pun mengaku memasang wifi untuk konsumen kedai kopinya. Kalau keluarganya, paling hanya di kala waktu-waktu tertentu membutuhkan akses internet.

[Mau baca berita lokal dan nasional? Baca di portal yang saya kelola]

Sedangkan konsumen kedai kopi miliknya memiliki latar belakang pekerjaan yang berbeda-beda. Tentu kepentingan dan kebutuhan mereka makan jaringan internet berbeda juga. Jika kebetulan pengunjungnya pengusaha, pasti setiap saat berhubungan dengan koleganya.

Dengan melihat password wifi terpampang jelas, ia akan lebih nyaman menikmati secangkir kopinya. Asun pun berasumsi setiap orang yang masuk ke kedai kopinya tentu ingin ngopi. Selain ngopi pasti memesan salah satu menu yang ada.

Ada mie rebus, mie goreng, nasi goreng, soto, nasi pecel, prata atau minum kopi, teh o dan sebagainya. Jadi sebenarnya mengumumkan password wifi ala Asun cukup keran dilakukan di zaman yang kata orang sangat canggih ini. Dan Asun senang melakukannya dengan setiap hari merobek lembaran kertas hanya untuk mengganti password wifi. ***

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel