Sepatu Boots Handmade Ini hanya Dijual Rp450.000 (Endorser)


sepatu boots
masnunung - Sobat, mau tahu enaknya menjadi blogger? Salah satunya banyak teman dan jadi tahu sedikit dari banyak hal. Contohnya kali ini, saya dimintai mereview sebuah sepatu boots khusus untuk kaum hawa. Teman saya minta tolong untuk memvisualkan produk yang dijualnya dalam bentuk tulisan.

Sebelumnya saya ingin memberikan gambaran kepada sobat semua, sebenarnya apa sih sepatu boots itu?

Oke, dari beberapa referensi yang saya baca bisa dituliskan dengan singkat bahwa sepatu boots merupakan jenis footwear yang paling populer di kalangan pria. Khususnya yang tinggal di negara dengan dua musim.

Sepatu boots pria memiliki bentuk seperti sepatu pada umumnya. Bedanya lebih tinggi bahannya sehingga menutup pergelangan kaki. Bahkan ada sepatu boots yang mencapai bawah lutut.

Nah, perkembangan zaman sepatu boots tak hanya dikenakan kaum Adam. Kaum Hawa pun mulai menggunakannya. Mungkin jika beberapa puluh tahun silam hanya pesohor yang mengenakannya, sekarang siapa saja bisa mengenakannya.

Selanjutnya saya harus bertanya dahulu kepada teman karena mengirimkan foto dengan nama Sepatu Bima Boots Ikat Tan. Tetapi yang saya tanyakan nggak banyak, malulah hehehe.

Pertama yang saya pelototi ialah warnanya. Bagi sobat, mungkin foto sepatu boots di artikel ini warnanya cokelat. Benar, namun rupanya ada istilah khususnya yaitu Tan. Bukan Tante apalagi Tanjungpinang, tempat saya tinggal sekarang ini.

Tan adalah sebutan untuk cokelat pucat. Jangan kejar saya dengan pertanyaan di kolom komentar, sejak kapan cokelat kok bisa pucat. Saya hanya akan jelaskan istilah Tan tadi.

Rupanya kata Tan berasal dari tannum yang digunakan dalam penyamakan kulit. Oooh, pantas karena yang saya tulis ini sepatu berbahan kulit meski sintetis. Penggunaan tan yang tercatat pertama kali sebagai nama warna dalam bahasa Inggris adalah pada tahun 1590.

Sedangkan warna-warna yang serupa atau dapat dianggap identik dengan tan meliputi kuning kecoklatan, tenné dan fulvous.

Kemudian ada kata Bima, kalau sobat perhatikan di bagian atas belakang, yang akan bersentuhan dengan tumia ada bagian yang menggunakan tenun Bima yang sudah terkenal itu. Sedangkan kata ikat, karena sepatu boots ini menggunakan tali untuk mengencangkan sepatu saat dikenakan di kaki.

Beda sepatu boots ini dengan lainnya ialah para proses produksinya. Menurut teman saya yang jualan sepatu ini, ini adalah buatan tangan atau handmade. Bisa dibayangkan betapa harus berhati-hati bagi para pembuatnya agar sepatu yang dihasilkan bermutu tinggi.

Berbahan synthetic leather, produk ini dibuat dalam jumlah terbatas. Kalau sobat pernah melihat sticker Limited Edition, kira-kira seperti itulah. Jadi yang mikirnya terlalu lama untuk membeli dan keduluan yang lain, ya sayonara saja. Habis mikirnya kelamaan, sih.

Sepatu boots ini onsolenya breathable synthetic leather, outsalenya antiselip rubber dengan tambahan spoons super 6 milimeter. Nah kelebihan sepatu seperti ini yang seharusnya menjadi pilihan sobatwati saat membeli sepatu. Antiselip berarti mampu menjaga cengekaraman dengan alas di mana ia bersentuhan.

Bayangkan kalau sobatwati mengenakan sepatu dengan outsole licin.

Ada yang bertanya kira-kira sulit nggak sih merawat Sepatu Boots buatan d.a.t ini? Kata teman saya yang jualan sepatu ini, cara merawatnya sikat halus dengan lerak atau pembersih batik. Selanjutnya diangin-anginkan dan hindari penjemuran di bawah matahari langsung.

Soal harga saya sebutkan Rp450.000, menurut saya masih sangat terjangkau. Mengingat bahan dan prosesnya yang handmade tadi. So, sobatwati yang baik hati, jika tertarik dengan artikel yang saya buat dan langsung cocok, silakan cek di.

>>>Instagram @adhiantirina <<<


Saat saya menulis artikel ini ada yang kirim WhatsApp ke saya, konten yang saya usung ke blog ini sebenarnya apa? Saya jawab saja deh di sini, seperti saya tuliskan di halaman About, blog ini saya banguan untuk membagikan kebaikan.

Kebaikan itu banyak bentuknya kan sobat dan sobatwati? Membantu mereview produk seseorang, menuliskan kisah nyata, mengunggah artikel motivasi atau informasi. Terus ada juga yang nanya begini: Mas Nunung, kalau saya mau dibuatkan artikel tentang produk bayar berapa ya?

Kalau itu pertanyaannya, monggo diklik halaman Contact dan kirimkan pertanyaan tersebut ke email yang saya cantumkan di sana. ***

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel