Sulit Move On dari Sakit Hati? Ikuti Penawar yang Diajarkan Rasulullah


sakit hati
masnunung - Sebagai manusia biasa, sepertinya tak ada yang tak pernah merasakan sakit hati. Banyak hal bisa menyebabkan kondisi ini terjadi. Sakit hati juga tak hanya terjadi antarteman sekantor, bahkan tak jarang dengan orang-orang terdekat.

Setiap manusia memiliki cara penyelesaian yang berbeda untuk mengurangi atau menghilangkan sakit hati tadi. Alhamdulillah, ada yang berhasil dan kembali merajut pertemanan yang indah, tak sempat terjadi pertengkaran antaranggota keluarga dan sebagainya,

Namun ada juga manusia yang sulit move on dari rasa sakit hati. Setiap saat ingat orang yang dianggapnya penyebab munculnya sakit hati itu. Jika ini yang terjadi, perasaan didera kebencian berkepanjangan. Jika tak mampu mengendalikannya, tak menutup kemungkinan akan mengarah kepada dendam.

Dan dendam karena sakit hati pun tingkatannya beragam. Sobat pasti pernah mendengar istilah dendam kesumat. Kalau sudah seperti ini, seseorang bisa bernuat nekad dan sembrono. Tak perlu saya sebutkan peristiwa-peristiwa menyedihkan yang membuat kita merinding. Hanya gara-gara sakit hati.

[Baca yang Ini Yuk: Boyong Ibu Kandungnya, Lihat yang Terjadi Pada Lelaki Ini]

Sobat, sebagai sesama muslim kali ini saya mencoba menuliskan artikel sederhana tentang kiat menghilangkan sakit hati. Sebenarnya, Rasulullah SAW sudah mengajarkan kepada kita bagaimana menghindari sakit hati berkepanjangan hingga menimbulkan dendam.

Yuk kita simak, dengan harapan yang sedang sakit hati dan kebetulan menemukan halaman ini bisa terlepas dari kondisi sakit hati.

1. Bercermin untuk Melihat Diri Sendiri

Cobalah sobat mengingat-ingat, sakit hati yang tengah dirasakan apakah penyebabnya? Karena perkataan, sikap dan perbuatan orang lain? Siapa dia? Ingat-ingat betul lebih mendalam, apakah sebelumnya sobat tidak melakukan sesuatu yang kira-kira melukai perasaan orang tersebut?

Jangan-jangan apa yang dilakukan orang lain kepada sobat tak lain sebagai refleksi atas sikap sobat sendiri. Atau jangan sobat yang terlalu sensitif menyikapi perkataan seseorang. Coba ditelaah sebenarnya perkataan orang itu pantas dibalas dengan sakit hati atau justru sebagai langkah untuk mengoreksi kesalahan sobat sendiri. Hal seperti ini istilahnya muhasabah diri.

2. Jauhkan dari Iri Hati dan Dengki

Tahukah sobat, seseorang yang terserang iri hati dan dengki hatinya sangat mudah diterobos setan? Hal-hal kecil yang sebenarnya ditanggapi dengan santuy kok naga-naganya menjadi penyebab iri hati dan dengki.

Menginginkan sesuatu secara berlebihan bisa menjadi salah satu bersarangnya penyakit ini di hati manusia. Biasanya iri hati dan dengki berkaitan dengan kebendaan atau materi, kehormatan dan sanjungan.

Tanpa iman yang cukup, keinginan meraih sesuatu akan dilakukan secara membabi-buta tanpa mengindahkan aturan yang sudah diketahui salah atau benar. Jika sudah mengidap iri hati dan dengki, seseorang tidak akan pernah merasakan bagaimana indahnya bersyukur.

Rasulullah bersabda seperti ini sobat: Tidak boleh dengki kecuali kepada dua orang. Iaitu orang yang diberi harta oleh Allah, kemudian membelanjakannya di jalan yang benar. Dan orang yang diberi hikmah oleh Allah, kemudian memutuskan persoalan dengannya dan mengajarkannya. (HR. Bukhari)

3. Jangan Malu Memaafkan

Percayakah sobat, hanya untuk memaafkan kesalahan orang lain tidak semua orang bisa melakukannya loh. Ada yang beranggapan memaafkan kesalahan itu menunjukkan martabat. Bahkan ada yang berpikir meminta maaf adalah sebuah perbuatan merendahkan diri.

Coba sobat camkan ayat Alquran ini. Jadilah engkau pemaaf, dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh (Surah Al-A’raf : 199).

Saya, sobat, kita itu apa dan siapa? Sementara Sang Pencipta kita saja dikenal Maha Pemaaf terhadap hamba-Nya yang benar-benar meminta maaf. Pasti sobat sering mendengar ceramah agama yang menekankan pembahasan soal bagaimana dosa seseorang bisa dimaafkan Allah. Padahal dosanya disebut setinggi gunung sedalam samudera.

[Jangan Lewatkan: Dicueki, Ternyata Dia Lelaki yang Melamarmu]

Kita yang manusia saja kok sombong. Sementara orang-orang yang pernah salah sudah meminta maaf.

Rasulullah bersabda: Bertakwalah kepada Allah di mana engkau berada, tindaklanjutilah kesalahan dengan kebaikan, nescaya kebaikan tersebut menghapus kesalahan tersebut, dan bergaulah dengan manusia lain dengan akhlak yang baik. (HR. Hakim dan At-Tirmidzi).

So, sobat, yuk belajar memafkan kesalahan orang lain agar hati lebih tenang. Rasanya pasti menyenangkan kemana-mana langkah tanpa beban.

4. Batasi Amarah dan Keras Hati

Sakit hati bisa muncul karena amarah dan keras hati. Bukankah sobat tahu hati kita itu berupa segumpal daging yang lembut, mengapa harus kita lapisi dengan sifat tak terpuji sehingga terkesan kita keras hati?

Pepatah bila cinta melakat tahi komodo rasa cokelat agaknya bisa dianalogikan kepada kalimat bila amarah meraja, akal pikiran dilupakan begitu saja. Akibatnya apa yang dilakukan manusia tanpa pertimbangan akal. Padahal akal diciptakan hanya untuk manusia, hewan tidak. Alangkah malunya jika sifat hewan dilekatkan kepada kita hanya gara-gara pemarah dan keras hati.

Simak yang ini sobat. Ibnu Qudamah dalam Minhajul Qashidin menyebutkan bahawa Iblis pernah berkata: Jika manusia keras hati, maka kami akan membaliknya sebagai anak kecil yang membalik bola.

5. Ikhlas karena Allah

Cuma satu kata, enam huruf. Mudah dihafalkan, diucapkan, dituliskan namun sangat sulit dilaksanakan, itulah ikhlas. Orang yang ikhlas akan terlihat menunduk meski ilmunya setinggi langit, menyenangkan melihat wajah dan perilakunya.

Keikhlasan diri yang tinggi akan membuat manusia bersyukur atas apa yang diperolehnya hari ini, apa yang sudah diberikannya kemarin dan akan datang. Ia ikhlas menjalani hidupnya dengan berkeyakinan semuanya diatur oleh-Nya.

Ia tak pernah menghamba kepada sesuatu yang sifatnya duniawi. Pun saat ia diberikan kenikmatan itu, ia tidak lupa. Ikhlas akan menuntun kita melakukan segala sesuatu hanya karena Allah.

6. Berprasangka Baik

Istilahnya husnuzon, sebuah energi positif yang akan menjauhkan sobat dari dosa.Dalam Alquran Surah Al-Hujurat : 12 disebutkan: Hai orang-orang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka. Sesungguhnya sebahagian prasangka itu adalah dosa. Dan janganlah kalian mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebahagian kalian mengejek sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.

[Baca Juga: Uang Koin Ini Jadikan Pemiliknya Kaya Raya]

Lawan katanya ialah berprasangka buruk sehingga tidak ada orang lain yang dianggapnya benar. Orang tidak ngapa-ngapain diprasangkai akan mencelakakan sobat. Orang mau begini dan begitu, sobat kira akan mencelakai sobat. Duh, hidup kok dibuat susah.

Sebagai muslim, seyogyanya instropeksi diri dan saling menghargai. Jangan menduga-duga sesuatu karena belum tentu itu benar. Apalagi kita langsung menyebarnya di media sosial bahwa Si Fulan melakukan anu dan anu. Astaghfirullahaladziim... begitu mudahnya berprasangka buruk.

Hidup cuma sekali sobat, apa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW di atas bisa kita praktikkan agar terhindar dari sakit hati. Selamat beraktivitas dan tetap semangat. ***

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel