Tak Sah ke Tanjungpinang Tanpa Sambangi Tepi Laut

masnunung - Ini mungkin tulisan yang ke sekian banyak tentang Tepi Laut. Dan saya juga percaya sobat tak akan terlalu sulit membayangkan apa yang dimaksud dari rangkaian dua kata tadi. Tepi dan laut, dijadikan satu menjadi Tepi Laut. Sangat jelas, sebuah lokasi yang ada di tepi laut.

Saya tidak lahir di Ibu Kota Provinsi Kepulauan Riau Ini. Juga tak sekolah di sini. Dahulu, semata-mata mengenal lalu datang ke kota ini hanya urusan bekerja. Bekerja sebagai jurnalis sebuah gurp koran yang besar di Indonesia, ya harua siap ditempatkan di mana saja.

Lalu saya jatuh cinta dengan Tanjungpinang karena unik. Tanjungpinang adalah sebuah tanjung. Lalu saya buka Wikipedia tentang arti tanjung. Dan Tanjung adalah daratan yang menjorok ke laut, atau daratan yang dikelilingi oleh laut di ketiga sisinya. Menjadi unik karena sepanjang jalan di Tepi Laut merupakan jalan raya yang dilalui masyarakat setiap hari.

tepi laut tanjungpinang

Bahkan angkutan kota juga melintasinya. Menjadi semakin menarik untuk saya tuliskan di sini karena daratan yang membentuk Tepi Laut saat ini menjadi tempat yang wajib sobat kunjungi. Oh, ya, sebelum mengupas sisi indah Tepi Laut saya sampaikan, untuk sampai ke Tanjungpinang sobat bisa terbang dari Bandara Soekarno Hatta - Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang.

Kalau kapal bisa dari Batam, Pekanbaru atau Pelni dari Jakarta turun di Pelabuhan Sri Bayintan, Kijang. Dari Kijang naik paling lama satu jam sampailah di Tanjungpinang.

Saya akan tuliskan tepian daratan di Tepi Laut. Mulai dari permukimen penduduk bernama Turki. Hah? Turki, iya benar kependekan dari Teluk Keriting. Entah mengapa disebut Teluk Keriting. Rumah warga berjajar di sini. Masih ada yang bentuknya panggung, dibangun di atas laut.

Di sini ada hotel melati dan rumah makan seafood yang cukup terkenal lho sobat. Setelah itu ada Tugu Pensil. Disebut demikian karena di sini ada tugu berbentuk batang pensil dengan ujung di atas. Kawasan ini merupakan taman terbuka hijau. Persis di tepi laut, berbatasan dengan daratan sobat bisa menikmati nikmatnya berteduh di bawah pepohonan yang rindang.

Ada satu yang saya ingat selalu, yakni pohon saga. Buahnya yang memerah berjatuhan dari kelopaknya saat sudah tua. Saya sempat sangat rajin berolahraga di kawasan ini beberapa tahun silam. Menjelang "ngantor" saya pasti mampir sekitar satu jam untuk menggunakan fasilitas olahraga gratis di tempat ini.

Biasanya ngerumpi dengan ibu-ibu. Banyak yang dibicarakan. Setelah itu saya mandi di tempat saya bekerja. Sekarang? Hehe, olahraga terakhir ialah lari pagi di Dompak tiga bulan lalu, dan saat itulah ponsel saya hilang di jok sepeda motor.

Di Tepi Laut, jika pagi Anda bisa olahraga, siang sampai sore menikmati deburan air laut. Eh ada nasi pecel enak di sini. Ada tangga yang langsung menghadap laut lepas. Jika ingin turun ke air, silakan saja. Saat Anda berbalik ke arah daratan, ada 12 papan semacam prasasti yang isinya 12 petuah bijak karya Raja Ali Haji. Itulah Gurindam 12. Mau tahu isinya apa, sobat bisa buka di YouTube ketikkan kata kunci Soimah Gurindam 12.

Nah baru tahu ya jika pesinden tersohor Indonesia, Soimah pernah menyanyikan Gurindam 12 bersama kelompoknya, Hip Hop Jogja. Lagu ini dirilis tahun 2013 bersama kelompok Suratkhabar Lama dan Mawar Berduri dari Singapura.

Oke guys lanjut. Jika malam, sejumlah kafe menghidupan kawasan ini. Baik di Tugu Pensilnya maupun di seberang jalan. Ada kafe cukup ternama dengan menu andalan olahan pisang.

tepi laut tanjungpinang 3

Selanjutnya ada deretan warung aneka ragam yang berjarak kurang lebih 500 meter. Berikutnya ada Simpang Tiga, kalau lurus sobat masih di jalur Tepi Laut. Kali ini saya ucapkan, selamat datang di Anjung Cahaya. Jangan datang siang di sini, malam hari saja. Karena puluhan menu menggoda menanti sobat pilih.

Duduknya bisa di tengah taman atau persis di tepi laut. Di sebalah kanan atau sisi berseberangan juga tak sedikit warung makan. Kendaraan bermnotor sesak parkir di kedua sisi. Hati-hati, jangan nyenggol.

Jalan lagi sobat akan sampai ke deretan taman dengan fasilitas olahraga dan taman bermain anak. Lalu nikmatilah Gedung Gonggong dengan tamannya yang disebut Laman Boenda. Silakan duduk-duduk, foto-foto, hitung kapal yang keluar masuk ke Pelabuhan Sri Bintanpura dari dan yang akan ke Batam, Malaysia, Singapura.

Taman-taman ini akan berakhir di pintu masuk pelabuhan penumpang. Namun sepanjang Anjung Cahaya hingga jalan masuk pelabuhan, ada Monumen Raja Haji Fisabilillah, Taman Gurindam yang posisinya berupa tanah tinggi sehingga sobat bisa menyaksikan keindahan Tepi Laut, khususnya Gedung Gonggong. Karena letak Taman Gurindam persis berseberangan dengan Gedung Gonggong.

Namun taman bukan hanya itu, berseberangan dengan Anjung Cahaya ada juga taman terbuka hijau dengan pepohonan berusia tua yang sangat rindang. Taman ini hanya dipisahkan oleh sebuah hotel untuk menuju Taman Gurindam.

Saran saya, kalau mau merasakan eksotisnya Tepi Laut silakan datang malam hari. Jika cuaca cerah, sobat tak akan sendiri di sini. Ratusan warga setiap malam akan datang ke Tepi Laut. Belum lagi jika ada acara, pusat keramaian biasanya di Gedung Gonggong dan Gedung Daerah. Gedung Daerah ini bangunan Belanda yang konon memiliki ruang bawah tanah. Di dekatnya ada Tugu Proklamasi.

Meski ini kota Melayu, namun sobat bisa merasakan aneka makanan tradisional dari daerah lain. Apalagi makanan cepat saji yang belakangan menjamur. Bahan-bahan yang dahulu dianggap biasa kini bisa diolah menjadi makanan bercita rasa. Makanan, minuman, jajanan, camilan beraneka rasa bisa sobat jumpai di sini.

Saat ini kawasan Tepi Laut tengah direnovasi besar-besaran. Ke depan di tempat ini akan dibangun jalan layang Gurindam 12 yang akan bisa dilewati. Bangunan pendukung seperti anjungan akan melengkapinya. Otomatis bakal ada 7 anjungan sejumlah kabupaten dan kota yang ada di Kepri. Yaitu Kota Batam, Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, Kabupaten Lingga, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna dan Kabupaten Anambas.

tepi laut tanjungpinang 5

Untuk memberikan gambaran seperti apa sih Jalan Layang Gurindam 12, sobat bisa tonton viedonya di YouTube dengan kata kunci Jalan LIngkar Gurindam 12. Insyaallah kalau sudah selesai akan menambah keren Tepi Laut Sobat.

Dari Tepi Laut, sobat juga menyaksikan sebuah pulau bersejarah yaitu Penyengat. Jika sobat browsing hanya dengan mengetikkan pulau penyengat, pasti sangat banyak referensi tentangnya.

Itulah tadi sobat uraian singkat tentang Tepi Laut, saya tunggu singgahnya. Foto-foto yang saya unggah di halaman ini merupakan Tepi Laut masa depan yang kini sedang digesa pembangunannya. ***

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel