Tukang Parkir yang Mencuri Hati Saya

masnunung - Saya memiliki penilaian terhadap seorang tukang parkir di Kota Tanjungpinang, khususnya di wilayah Bintan Centre, Batu IX. Bukan karena ia ganteng atau penilaian berdasarkan fisik, melainkan perilakunya.

Sebenarnya ada istilah lain yang populer untuk menyebut sosok pengatur posisi berhenti, belok, keluar kendaraan bermotor ini. Yakni juru parkir yang kemudian disingkat jukir. Namun di kota tempat saya tinggal, agaknya sebutan tukang parkir masih lebih umum digunakan.

Artikel ini saya buat bukan hanya berdasarkan penilaian dan pengamatan sekali dua kali. Ketika saya membawa sepeda motor, ketika saya bermobil bersama teman, semuanya saya perhatikan bagaimana sosok tukang parkir ini telah membuat saya terkesan.

tukang parkir yang bekerja sepenuh hati


Dan salah satu hal yang membuat saya mengamatinya lebih dari setengah jam dari balik kaca mobil ialah tatkala gerimis turun. Saya parkir di deretan kedua, bukan di halaman kawasan bangunan ruko di Batu IX, melainkan di belakang deret pertama, di tepi jalan raya persis.

Dari posisi ini saya bisa dengan leluasa mengamati target saya yang hilir mudik mengatur kendaraan persis di jalan depan saya duduk sambil mendengarkan musik dan sesekali mengambil fotonya saat beraksi.

[Baca JugaBegini Alasan Perbuatan Baik Penjaga Alas Kaki Masjid Agung Ini]

Ketika melihat sebuah kendaraan hendak masuk, ia akan berlari atau setidaknya bergegas untuk memberikan informasi apakah masih ada parkir yang kosong atau penuh. Ketika menghadapi dua mobil, satu hendak keluar barisan satunya lagi hendak masuk tukang parkir ini memperhatikan kebutuhan kedua pengemudinya.

Yang keluar pun nyaman dipandu, demikian juga dengan yang masuk. Ia juga tak terlihat memburu "gajinya" karena mengatur. Bahkan saya melihat satu dua pengemudi tetap menutup rapat pintu mobil depannya alias ngacir begitu saja. Saya amati wajah tukang parkir ini santai saja.

Di hari yang lain, saat gerimis agak lebat ia berlari ke sudut kanopi sebuah ruko yang hanya dipakai jualan malam, sehingga siang bisa dipakainya untuk memarkir motornya. Ia terlihat mengeluarkan sesuatu dari jok sepeda motornya. Sebuah mantel.

Baru saja memasukkan tubuhnya ke mantel, sebuah mobil masuk. Ia berlari karena letaknya di ujung. Seolah menyongsong moncong kendaraan lalu memandunya. Salah satu gaya yang saya sukai dari tukang parkir ini ialah ketika memberikan tanda kepada pengemudi mobil yang dipandunya agar pas berhenti di besi pembatas.

Jika jaraknya masih jauh ia akan memutar-mutarkan kedua telapak tangannya agak lebar. Saat jaraknya tinggal setengah meter ia akan mengecilkan ukuran putaran kedua telapak tangannya. Saat jarak semakin menipis, ia akan gunakan salah satu tangan memberikan lambaian seperti orang mengajak berantem.

Tentu saja itu bukan ajakan untuk berantem, namun seolah bicara pada pengemudi mobil yang ada di balik kemudi untuk maju sedikit lagi. Dan ia akan mengangkat tangan kanannya tinggai ketika merasa posisinya sudah pas untuk berhenti.

[Baca JugaKisah Gitar Klasik di Kamar Anak]

Ia juga cukup cekatan mengambil kembalian uang parkir jika memag harus dikembalikan. Saku celana kanan, kiri, belakang agaknya dimanfaatkan sebagai laci untuk pecahan uang yang berbeda. Dengan begitu ia bisa lebih cepat memberikan kembalian. Jika agak lengang, ia akan mengecek pecahan uang di ketuga sakunya tadi, apakah ada yang tercampur atau tidak.

Sementara di tangannya juga tergenggam beberapa lembar uang yang menurutnya paling sering dipakai untuk kembalian.

Ia mengenakan seragam tukang parkir. Ia akan menyerahkan karcis tanpa diminta.

Suatu hari saya sempat berbincag dengan lelaki yang posturnya termasuk rendah untuk lelaki. Ia mengatakan semua pekerjaan jika dilakukan dengan senang hati akan membawa keberkahan. Ia menjelaskan berkah itu bukan hanya hasil parkir yang lumayan untuk dibawa pulang setelah disetor.

Baginya esok harinya masih bisa berangkat kerja dengan kondisi badan sehat merupakan berkah. Dan ia tak menampik ada beberapa pengemudi yang memberinya uang lebih. Biasanya pengemudi yang tak meminta uang kembalian.

[Baca JugaBelajar Memahami Rezeki dari Bengkel Mobil Ini]

Nah, jika Anda mengenal wajah dalam foto di atas, ialah tukang parkir yang saya tuliskan ini. Dan saya merasa nyaman memerhatikan orang-orang yang menjalani pekerjaannya secara serius seperti dia.

Saya berkaca pada diri sendiri, kadang membandingkan dengan diri saya yang sering lalai menjaga amant dari seseorang. Padahal tidak lebih berat dibandingkan tukang parkir ini. Masih mudah tersinggung karena hal kecil, sementara ketika haknya tidak diberikan beberapa pengemudi orang ini tak ambil peduli.

Sukses selalu Mas tukang parkir, semoga jasamu mendapatkan berkah dari Tuhan. Dijauhkan dari bahaya dan dimudahkan urusan baikmu. ***


Belum ada Komentar untuk "Tukang Parkir yang Mencuri Hati Saya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel