Berkat Pantun, Jejaka Ini Berteman dengan Orang-orang Penting


pantun
masnunung - Berkat Pantun, Jejaka Ini Berteman dengan Orang-orang Penting, kira-kira apa yang sobat tebak dari judul di atas? Kelamaan ah mikirnya hehe, maksud saya artikel ini menceritakan seorang jejaka Tanjungpinang, Provinsi Kepri yang menjadi langganan para pejabat saat mereka butuh pantun untuk sebuah perhelatan.

Sudah lazim, di setiap kegiatan yang melibatkan banyak orang di Provinsi Kepulauan Riau selalu menampilkan pantun. Entah itu pantun cinta, nasehat atau bahkan gombal. Yang terakhir disebut biasanya dikirimkan oleh jejaka yang sedang jatuh cinta kepada seorang dara.

Dan gombal itu menurut saya nggak banget, deh. Dari kecil, saya sudah tahu jika gombal itu kain atau pakaian bekas yang sudah tak bisa dipakai lagi. Biasanya kalau di rumah saya waktu itu, dipakai untuk membersihkan teropong atau kaca penjang pelindung nyala lampu berbahan bakar minyak tanah. Caranya gombalnya saya sobek, saya balutkan di ujung ranting, basahi dengan minyak tanah dan masukkan ke teropong tadi. Gerak-gerakkan agar jelaga yang muncul karena api hilang.

[Daripada minggu di rumah nggak ngapa-ngapain, berani terima tantangan?]

Saya bertemu dengan Zainal, tokoh sentral dalam artikel ini, tadi siang di sebuah kedai kopi di dekat Lapangan Pamedan. Badannya kurus menurut saya, suka humor, lincah dan sesuatu yang berbeda itu ada di otaknya. Entah berapa ribu kata mengandap di sana, yang sewaktu-waktu bisa dikeluarkan dalam bentuk kata-kata.

Bukan kata sembarang  kata, melainkan pantun.

Ia bahkan lupa berapa banyak orang yang sudah memesan pantun kepadanya. Karena zaman harus serba cepat, digitalisasi pun diterapkan jejaka kelahiran Kampung Bugis ini. Saya justru menyebutnya online shop pantun atau toko online pantun.

Langganan Zainal bukan hanya pejabat setingkat Kota Tanjungpinang atau Provinsi Kepulauan Riau. Beberapa pejabat pusat yang diundang acara ke Tanjungpinang atau kabupaten dan kota lainnya ada yang menggunakan jasanya untuk menyusun pantun.

"Saya harus tahu terlebih dahulu kegiatannya bertema apa, biar sampiran dan isinya saya sesuaikan. Kan nggak lucu kalau acaranya konsolidasi kader Parpol kok saya buatkan pantun pernikahan," ujar Zainal terkekeh.

Dan pesan pantun ke Zainal itu nggak pakai lama. Ya bayangkan saja sobat memesan barang di toko online, nggak pakai ribet dan menunggu. Biarlah Bang Haji Rhoma Irama yang tak bosan menunggu... sekian lama aku menunggu. Lagu ini menurut saya intronya jadul banget namun ngangeni.

[Perabot buatan orang ini sudah diakui kualitasnya, siapa perajinnya?]

Untuk melayani jasa pembuatan pantun, Zainal hanya menggunakan aplikasi sejuta umat, WhatApp (baca wotsep). Dan saya bertanya, pernah punya pengalaman ada nggak pelanggan yang nekat banget minta dibuatkan pantun dalam waktu yang mendesak.

"Ada, Bang. Lima menit sebelum yang bersangkutan menyampaikan sambutan," kata jejaka yang juga memiliki kecintaan yang tinggi terhadap kesenian Melayu ini.

Yang membedakan Online Shop Pantun dengan online shop lainnya ialah pada soal harga. Pernah nggak sobat memesan barang dan membayar kurang atau lebih dari harga yang dibanderol? Nggak, kan?

Nah, kalau Zainal tidak pernah mematok harga. Bahkan tak jarang ia dengan sukarela dan senang hati membuatkan berbait-bait pantun untuk seseorang. Baginya, ada kebanggaan tersediri kata-kata atau diksi pilihannya dibaca orang. Apalagi orang itu berpangkat.

Saya desak, pasti tidak sedikit yang memberikan imbalan karena membuat pantun tidak bisa dilakukan sembarang orang. Lha kalau minta pantunnya mepet, beberapa menit sebelum dibacakan?

Zainal memang pemalu, saya tahu itu. Terutama untuk urusan tarif. Bayangkan, untuk mendapatkan jawaban darinya saya harus menunggu secangkir kopi dan satu lapis roti bakar habis disantapnya. Barulah ia dengan santai menjawab: ada yang transfer pulsa, Bang. Jawaban yang tak tuntas.

Begitulah Zainal, keahliannya tak melulu ditukar dengan uang atau pulsa. Ia bisa berteman dengan beberapa orang penting di negeri ini sudah disyukurinya. Ia diundang ke Jakarta untuk berbagai kegiatan sudah membuatnya berterim kasih kepada Tuhan atas talenta yang dilekatkan kepadanya.

"Kalau para pejabat pastinya maulah ya Bro kalau disebutkan angkanya," tanya saya.

"Saya balik tanya ke Abang, di antara sekian banyak artikel promosi yang Abang buat pasti ada beberapa yang tak harus dibayar, kan? Karena ada kalanya Bang Nung sudah cukup puas tulisannya bisa membuat orang lain bahagia," jawab Zainal. Saya tanya sedikit, jawabnya berlarik-larik.

[Kalian anak balap? Ah, mana buktinya? Pakai ini baru anak balap]

Belum habis kami ngobrol, sebuah pesan masuk ke WhatsApp saya. Saya buka dan isinya pantun dari Zainal. Gila, asyik mencat mencet keypad smartphone rupanya ia menyusun pantun buat saya. Saya pikir ia membalas chat teman-temannya saat kami ngobrol.

Dan inilah pantun cinta atau nasihat dari Zainal untuk kita yang mengaku warga negara Indonesia. Ia memberinya judul Pantun Kedaulatan.

Saya manik tuan intan
Ketiga dengan buah delima
Ini pantun tentang kedaulatan
Mari kita jaga bersama

Ramai orang berkain katun
Panjang sedepa berjajar-jajar
Dengarkan tuan pantun dilantun
Semoga menjadi tunjuk ajar

Jika laut hanya sekuku
Hamba umpama hanya suasa
Walau kita berbeda suku
Tetapi kita tetap sebangsa

Mari disimpan sebongkah intan
Jangan tuan menyimpan batu
Mari kita jaga kerukunan
Walau berbeda tetaplah satu

Bukan emas hanya suasa
Walau digosok tak akan mengkilat
Apa tanda orang berbangsa
Perangai dan kelakuan hendak dilihat

Mari disimpan didalam peti
Barkati-kati emas suasa
Mari bersama tanam dihati
Junjung tinggi budaya bangsa

Berkati-kati emas suasa
Mana boleh jadikan cangai
Junjung tinggi budaya bangsa
Supaya kita tak tercerai berai

Sudah jadi kain pelekat
Kain lama sepanjang zaman
Dengar tuan ini pantun nasehat
Semoga jadi untuk renungan

Merah delima tuan disimpan
Bersanding pulak permata nilam
Mari bersama jaga kedaulatan
Untuk Indonesia kita berazam

Bagi yang kepepet harus pidato, memberikan sambutan dan butuh pantun kilat, silakan klik link di bawah ini.

>>> Chat WA dengan Zainal <<<


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel