Guru Jemput Muridnya hanya Ajak Ikut Ujian Nasional


ujian nasional
masnunung - Salah satu pekerjaan yang membuat saya selalu hormat ialah guru atau pendidik. Bukan karena Bapak saya almarhum dan ibu saya juga guru. Ada beberapa kisah tentang pengabdian guru yang menurut saya luar biasa.

Guru yang ingin saya ceritakan di sini adalah Pak Saleh. Tahun 2005 lalu, saat saya masih bekerja sebagai reporter sebuah koran Grup Jawa Pos di Kota Batam, beliau adalah Kepala SMP Bhinneka Nusantara di Pancur, Seibeduk.

Sekolah ini merupakan SMP satu-satunya yang ada di ujung Tanjungpiayu. Sekolah negerinya ialah SMPN 16 yang lokasinya di dekat Kavling Bidadari dan Perumahan Bidaayu. Sedangkan sekolah lain setingkat ialah Madrasah Tsanawiyah (saya lupa namanya) yang lokasinya di perkampungan tua di Batam, Bagan.

SMP Bhinneka berada di bawah naungan Yayasan Multazam. Suatu ketika, kira-kira bulan April pada tahun 2005 itu, murid SMP Bhinneka yang jumlahnya tak sampai 20 orang harus mengikuti Ujian Nasional (UN). Ujian ini tentu saja bagi mereka yang duduk di kelas 3.

Mengapa Ujian Nasional menjadi hal yang sangat penting bagi Pak Saleh, tak lain karena bisa dikatakan anak-anak yang bersekolah di sini pasti memiliki alasan tersendiri. Bisa karena tak diterima di SMP negeri, bisa karena faktor ekonomi dan sebagainya.

[Jadi Malu Ah Gara-gara Jawaban Seorang Pedagang Keripik Usus Ayam]

Saya tahu betul kondisi para siswa SMP Bhinneka Nusantara. Kebanyakan atau bisa dikatakan hampir 95 persen adalah anak-anak dari keluarga yang pas-pasan. Ada memang dari keluarga mampu namun rumahnya jauh di pelosok sehingga jarak terdekat dengan rumah mereka untuk bersekolah ialah SMP Bhinneka Nusantara.

Dengan hal tersebut, Pak Saleh menginginkan semua anak kelas 3 SMP Bhinneka Nusantara harus mengikuti Ujian Nasional.

Namun pada hari pertama, ada seorang siswa yang belum juga hadir meski setengah jam lagi pelaksanaan Ujian Nasional akan dimulai. Pak Saleh begitu gusar. Ia tampak berkomunikasi dengan beberapa gurunya yang jumahnya sangat tak banyak.

Pak Saleh ingin tahu rumah siswa yang belum juga datang ke sekolah. Dengan sepeda motornya, guru berperawakan besar ini buru-buru menghidupkan mesin sepeda motornya dan berlalu. Ia harus menemukan rumah siswa itu dan mengajaknya masuk karena sayang jika tidak ikut Ujian Nasional.

Alhamdulillah, upayanya berhasil. Pak Saleh pun memboncengkan gurunya tadi. Pas sebelum pelaksanaan Ujian Nasional hampir dimulai.

Dari seorang mantan guru SMP Bhinneka Nusantara, saya mengetahui kisah ini. Yang membuat kisah ini menarik menurut saya ialah, ketika Pak Saleh datang, si siswa rupanya sedang membantu ayahnya. Ia tak sedang di rumah tidur atau bermalas-malasan.

"Siswa tadi sedang membantu ayahnya mengayak pasir dan mencampur material. Seperti itulah kondisis siswa-siswa kami," terang guru tersebut.

Sobat, saya justru baru tahu kisah ini beberapa hari lalu, karena ada mantan guru di SMP Bhinneka Nusantara yang bercerita. Saya juga sudah tak lagi menyimpan nomor Pak Saleh.

Bagi saya, tampak betul jiwa pendidiknya. Sekolahnya bukanlah sekolah favorit. Bahkan ketika SMP negeri yang ada di wilayah ini menambah ruang belajar (baca kelas) yang artinya peluang untuk mendapatkan murid semakin sulit, Pak Saleh selalu menyemangati guru-gurunya.

Gaji yang diterimanya sebagai kepala sekolah tak jauh berbeda dengan guru-gurunya. Sama-sama angkanya kecil. Dan saya tahu berapa gaji para guru di sekolah ini kala itu, alhamdulillah terbantu oleh adanya insentif Pemda.

Toh Pak Saleh masih mau menjemput muridnya yang sedang membantu ayahnya yang kuli bangunan agar ikut Ujian Nasional. Saya yakin ada Pak Saleh Pak Saleh lain di negeri ini, hanya saja saya tak memiliki ceritanya.

[Menekuni Hal Dianggap Sepele, Pemuda Ini Dapatkan Berkah]

Pak Saleh mambaca tulisan ini atau tidak bukan hal penting. Yang penting ialah semangat pendidik yang ada dalam diri orang-orang seperti Pak Salehlah yang saya harapkan tetap tumbuh untuk mencerdaskan anak bangsa. ***

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel