Kopi Klotok Ganet Lama, Kopi Jawa Berlatar Instrumen Klasik

masnunung - Tempat nongkrong yang menyediakan kopi cukup banyak di Kota Tanjungpinang. Namun jika sobat berani menerima tantangan, mengapa sesekali (berkali-kali juga boleh) datang ke Kopi Klotok, Jalan Simpang ganet Lama atau di Rumah Makan Adem Ayem.

kopi klotok ganet lama

Langsung saja saya sebutkan alasannya mengapa harus ke Kopi Klotok? Padahal biasanya di alinea kedua saya akan berputar-putar di pendahuluan. Atau kalau artikelnya untuk SEO, menatanya agar setidaknya ada kata kunci tersebar di bagian ini.

Lokasinya Romantis

Berada di tepi jalan, dengan lokasinya di tanah yang lebih tinggi. Sebuah bangunan yang dirancang serius untuk mengopi dan halaman luasnya bisa memuat kendaraan serta pengunjung lumayan banyak. Di tepi halaman, pengelolanya sengaja membiarkan pepohonan tumbuh untuk memberikan perlindungan.

Selain itu pepohonan ini dijadikan tempat menggantungkan lampu dan nama tempat. Meski di perkotaan (pinggir tetapi nggak ujung kali hehe), kita masih bisa menikmati suasana alamnya. Hanya ada beberapa lampu di antara ranting dan satu lagi di tiang di tengah halaman.

[Pantai Suntuk yang nggak bikin suntuk, cek lokasinya di sini]

Penerangan yang tak berlebihan menjadikan Kopi Klotok mewakili jiwa yang tengah merasakan romantis. Pilihlah kursi yang ada di halaman jika ingin merasakan bisikan angin.

Rasanya Seunik Namanya

Ngaku saja deh, mendengar orang menyebut Kopi Klothok, pasti agak asing gitu ya. Justru karena namanya yang unik inilah (tentu saja cita rasanya juga oke), Rizky yang asli Bogor tekun menggeluti usaha ini. Dan Kopi Klotok di Tanjungpinang merupakan cabang ke-3, setelah sukses di Yogyakarta dan Bogor.

Saya mencoba secangkir Kopi Klotok Jahe semalam. Rasanya memang berbeda dengan kopi kebanyakan. Nikmatnya juga berbeda karena disajikan bukan di secangkir gelas porselen, melainkan di gelas yang terbuat dari semacam tembikar atau tanah yang dibentuk lalu dipanaskan. Saya jadi teringat kendi, tempat minum yang selalu ada di rumah kakek saya sewaktu saya kecil.

Gulanya sengaja dipisah, di gelas kecil. Kalau sobat kurang manis, tinggal masukkan saja. Karena saya memilih Kopi Klotok Jahe, saya cek seperti apa jahenya. Sungguh, masih ada jahe yang ditumbuh kasar di dasar cangkir. Pedas pedas jahe di kopi panas, wuih.... menjalar hangatnya.

Ada Pilihan Tempat Duduk

Kopi Klotok menawarkan tempat yang cukup menyenangkan. Bolah masuk ke dalam, duduk di panggung dan menikmati sajian bersama orang-orang tercinta dengan gaya lesehan. Gaya ini seakan tidak memberikan perbedaan saya siapa dan sobat siapa. Duduk sama rata dengan meja di tengah. tentu saja alas kaki dilepas ya sobat.

kopi klotok ganet

Di teras juga ada beberapa kursi kayu. Sementara di halaman ada puluhan kursi yang mengelilingi beberapa meja.

Background Musiknya Itu Loh...

Tak banyak tempat ngopi di Tanjungpinang yang berani memberikan sajian musik berupa instrumental. Dan yang saya nikmati semalam, instrumental klasik yang menemani hati dan jiwa sambil menyeruput pelan-pelan kopi Jawa.

Pemilihan musik latar ini menurust saya cerdas, karena dengan tempat yang cukup romantis tentu akan merusak suasana jika lagunya sembarangan. Dengan alunan musik klasik berupa instrumen, perbincangan romantis antara sepasang kekasih pun tak terganggu.

Pakai WiFi Sepuasmu

Yang ini sih lazim di banyak tempat nongkrong, yaity ketersediaan WiFi. Menurut Rizky, fasilitas ini sengaja disediakan agar para pengunjung Kopi Klotok tetap bisa berhubungan dengan rekan bisnisnya, teman akrabnya yang ada di tempat jauh. Penyambugnya ya internet.

Wuih Mendoan Panas

Mendoan adalah sejenis tempe goreng yang ada di Banyumas, Jawa Tengah. Tempa ini cukup legendaris. Kalau sobat coba cari di Google, pasti akan banyak artikel mengenai mendoan. Kalau pingin tahu saya gambarkan sedikit saja ya.

Bentuknya persegi, lebih lebar dari ukuran tempa goreng biasanya. Namun ketebelannya lebih tipis. Sebelum digoreng dibalutkan dengan tepung yang diberi bumbu. Bumbunya juga dicampuri beberapa bahan seperti daun bawang dan sebagainya sebagai penyedap aroma.

mendoan kopi klotok ganet

Mendoan lalu digoreng. Bedanya, kalau tempe goreng akan digoreng kering, sementara mendoan tidak usah terlalu kering. Dan malam itu saya memejamkan mata saat menyantap seposri mendoan di Kopi Klotok. Terbayang nenek penjual mendoan, dage, tempa, tahu dan bakwan di ujung Jalan Karangwangkal, Purwokerto, saat saya masih kuliah dahulu.

Harganya Bersahabat

Eh siapa bilang Kopi Klotok mahal? Saya sebutkan ya beberapa menunya yang bisa kalian nikmati. Kopi Klotok Rp10.000, Kopi Klotok Jahe Rp12.000, Kopi Klotok Rempah Rp13.000, Kopi Klotok Susu Rp15.000.

Tempat ini juga punya sajian istimewa lain yang hanya bisa dijumpai di Jawa, yakni Wedang Uwuh seharga Rp10.000, Wedang Secang Rp10.000.

Sementara makanannya yang ndeso namun ngangeni diantaranya Singkong Goreng Rp7.000, Singkong Goreng Mix Rp10.000.

[Jagonya ayam krispi di Tanjungpinang, ya AFC]

Sementara makanan dan minuman lain juga ada. Kalau saya sebutkan semua nanti artikel ini malah mirip laporan keuangan hehe.

Mau datang kapan sobat? Jangan lupa kabari saya ya... Dan yang ingin tempat nongkronya dibuatkan artikel seperti ini hubungi saya di halaman Contact, di sana saya cantumkan nomor WhatsApp dan email saya. ***

>>> Kopi Klotok bisa sobat hubungi di nomor 082383022224 <<<

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel