Panduan Menulis Artikel di Blog Biar Dibaca Warganet

Panduan menulis artikel di blog biar dibaca warganet, kalimat yang saya jadikan judul ini mungkin agak aneh bagi para blogger. Kebanyakan saat menulis artikel soal blogging, yang dikupas ialah bagaimana mendaftarkan adsense, bagaimana menguasai SEO dan sebagainya.

Kalau saya menuliskan hal yang sama, mungkin tidak tepat. Pertama, saya mengawali dunia tulis-menulis secara otodidak, karena sejak kecil sudah terbiasa membaca koran langganan ayah (almarhum). Setiap hari membaca artikel untuk bidang yang berbeda, lama-lama membentuk gaya saya, sekaligus sedikit banyak memahami mana kata baku dan tidak baku.

panduan menulis artikel agar dibaca warganet 2

Kedua, ngeblog sudah menjadi hobi saya sejak merantau ke Kota Batam begitu lulus kuliah di Jawa. April 2007 saya sudah memiliki blog yang bisa sobat akses di yabeginilahbatam.blogspot.com. Hingga tahun 2009 saya termasuk rajin mengisi artikelnya. Setelah itu entah sekian blog yang saya buat dengan berbagai topik. Dari yang ringan sampai agak serius seperti ilalang.wordpress.com.

Ketiga, saya tak mungkin menuliskan artikel soal SEO, adsense atau semacamnya karena di luar sana sudah banyak sekali mastah yang menuangkannya di blog profesional mereka. Biarkan saja ada bagiannya masing-masing.

Itulah beberapa hal yang mendasari mengapa saya lebih suka mengulas soal bagaimana teknik menulis di blog tanpa menyinggung soal penghasilan. Maksud saya penghasilan dari Google Adsense yang saya yakini masih menjadi pertimbangan utama mengapa mereka ngeblog.

Menulis Itu Bisa Diasah

Sobat yang baik, jangan pernah putus asa jika merasa tulisannya kurang menarik. Tulisannya tak bisa panjang. Tiga alinea saja sudah habis idenya. Saya pernah menjadi redaktur, sering sekali memanggil reporter baru untuk duduk di samping saya lalu mengedit berita mereka.

Reporter adalah manusia yang dengan sadar memilih pekerjaan yang ada hubungannya dengan berita. Dan banyak yang sebenarnya dari mereka kurang berbakat. Mungkin saja mereka melamar menjadi reporter karena tak ada pilihan lain.

panduan menulis artikel agar dibaca warganet 4

Namun begitu mereka diterima, tugas harus dijalankan kalau ingin korannya terbit. Artinya, setelah mendapatkan penjelasan sedikit, mereka harus keluar ruangan untuk berburu berita. Kurangnya pola pelatihan membuat cara menulis sebagian reporter tumbuh dengan sendirinya. Ada yang cepat bisa setelah dipoles redaktur setiap hari, namun tak sedikit yang lama banget.

Mengapa saya alihkan ke reporter? Jawabannya, menulis itu bisa sobat pelajari. Sama seperti reporter yang kurang berbakat. Kuncinya harus berani menuangkan tulisan lalu biarkan dibaca warganet. Biarkan orang lain yang menilai kualitas tulisan sobat, kalau ada masukan segera perhatikan.

Konsistensi

Ini bagian yang agak berat. Namun ini mutlak agar artikel sobat dibaca warganet. Pada awalnya, sobat bisa saja menulis satu artikel satu hari. Jangan anggap itu berat. Sobat percaya atau nggak, para penulis konten itu bisa nulis tiga sampai lima artikel per hari untuk disetor ke sejumlah blog yang menerima penulis konten.

Jangan hanya ucapkan di bibir soal konsistensi. Sobat harus melakukannya dengan nyata. Jangan bersemangat pada awalnya, namun di tengah berkurang bahan bakarnya, lalu semakin ke belakang semakin kendor. Hingga pada suatu ketika sobat adalah meteor yang terbakar saat memasuki atmosfir. Blog sobat masih ada, namun update artikelnya nggak nongol-nongol lagi.

Saya kurang setuju dengan pola kerja blogger yang minggu pertama menghasilan 20 tulisan, minggu kedua 10 tulisan dan semakin berkurang. Lalau bulan depan kembali aktif. Menurut saya lebih bagus dua hari sekali saja menulis satu artikel yang matang daripada menulis hanya kalau ada moodnya.

Jadikan Menulis Blog sebagai Kebutuhan

Sobat manusia, sobat memiliki kebutuhan untuk menunjukkan status manusia tadi. Salah satunya ialah makan. Analogikan hal itu untuk samangat ngeblog. Ketika sobat makan, sobat tak akan tahu apa yang akan dialami siang hingga malam. Pokoknya dengan makan pagi akan membuat hari sobat tidak diselimuti kemalasan karena perut kosong.

Ngeblog juga harusnya seperti itu. Dengan menjadikan menulis artikel di blog sebagai sebuah kebutuhan, mau tak mau sobat harus melakukannya. Malas pasti ada. Namun hal itu jangan dipelihara. Blogger yang malas nulis sama saja membunuh keingintahuannya. Biasanya ia tanggap terhadap lingkungan, apa yang terjadi, mengapa begini, kenapa begitu lalu mencari penyebabnya.

Setelah itu ditulis dalam bentuk kata-demi kata, diunggah ke blog masing-masing. Kalau sudah malas menulis, sobat akan tertinggal.

Buat Artikel sesuai Passion

Sobat ingin menjadi blogger hebat? Buatkah artikel sesuai passion. Ikuti kata hati sobat. Saya sendiri mengalami, ketika mengejar artikel hanya untuk keperluan Adsense, kadang harus dipaksakan. Bagaumana agar tulisan itu bernilai menurut Google.

Akhirnya, mau tak mau membuka-buka blog orang lain hanya untuk mencari inspirasi. Hingga akhirnya jadilah artikel serupa tak sama. Hal ini berbeda dengan saat saya menuliskan artikel yang memang sesuai passion saya. Dan saya harus mengesampingkan soal aturan Adsense dan sebagainya. Pokoknya menulis sesuai apa yang menjadi minat saya, akan jauh lebih mengalir ketimbang harus memikirkan sudah berapa baris ya, sudah 500 kata atau belum.

Subjudulnya mengandung kata kunci atau tidak, bagaimana backlinknya dan sebagainya. Menulis sesuai passion akan membuka jendela tema atau topik yang begitu luas. Belum habis kalimat pertama dituliskan, sudah terbayang di kepala apa yang akan ditulis di baris kedua, ketiga. Bahkan sobat sudah memiliki gambaran alinea terakhir akan seperti apa.

Kalau mau menilai, cobalah sodorkan artikel sobat yang sesuai passion dan yang agak dipaksakan kepada teman-teman dekat, suruh mereka menilai. Saya berani jamin artikel yang ditulis sesuai ketertarikan akan memiliki bobot yang lebih tinggi. Ada ruh atau jiwanya. Pembaca juga akan menikmatinya.

Tetap Buka Kamus Itu

Kalau sobat ngeblog hanya sekadar mengisi kekosongan atau sayang tidak memanfaatkan WiFi yang sudah terpasang di rumah, mungkin bagian ini tak begitu penting. Tetapi alangkah baiknya jika setiap kata yang sobat gunakan sesuai kaidah penulisan Bahasa Indonesia.

Yang banyak saya temukan di blog ialah penulisan kata-kata yang kurang memperhatikan baku atau tidak. Apakah harus membeli kamus tebal yang pasti ribet membacanya, apalagi harus disandingkan dengan laptop saat menulis sebuah artikel?

kamus besar bahasa indonesia online

Nggak. Sobat bisa membuka laman kbbi.kemdikbud.go.id, inilah laman resmi Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring atau online yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Ada manfaat penting tatkala sobat terbiasa menggunakan kata-kata baku dalam artikel blog. Siapa tahu suatu ketika sobat tertarik untuk mengikuti kontes atau lomba blog. Jangan salah, jika pihak yang mengadakan lomba blog adalah institusi terkenal, merekan akan menggunakan juri yang salah satunya menelisik penggunaan kata-katanya.

Posisikan Diri sebagai Warganet

Ada dua artikel yang sedang bermain-main di kepala sobat. Pertama judulnya bisa seperti ini, Blogger Indonesia yang Berjaya Tahun 2020. Lalu kedua, Blogger Indonesia yang Berjaya Hingga Saat Ini. Kira-kira bagi warganet atau pembaca, mana yang lebih menarik untuk diklik?

panduan menulis artikel agar dibaca warganet 1

Kalau saya memilih yang kedua karena saat artikel itu dibaca tahun 2021, 2022 masih menimbulkan rasa penasaran. Sementara untuk judul pertama kalau ditemukan warganet pada tahun 2022, mungkin yang ada dalam benaknya ah itu artikel lama. Sudah nggak relevan lagi dengan zaman now.

Dengan menempatkan diri sebagai pembaca, artikel sobat akan memiliki kegunaan. Pembaca akan mendapatkan manfaatnya secara utuh. Karena yang mereka butuhkan ditemukan pada tulisan sobat. Oleh karena itu, ada penulis cerita bersambung yang setiap artikelnya diunggah selalu diserbu pembaca karena yang bersangkutan mampu mempermainkan perasaan pembaca. Ia mampu mengaduk-aduk hati warganet.

Gunakan Jenis Font Standar

Kalau secara umum, sebenarnya tak banyak sih blogger yang menuliskan artikel dengan jenis font atau huruf yang njlimet, sulit dibaca. Zaman sekarang banyak manusia bisa menciptakan font baru, namun untuk urusan artikel di blog mbok ya jangan gunakan jenis yang macam-macam. Artistik bukan hak yang tepat digunakan di artikel blog.

panduan menulis artikel agar dibaca warganet 3

Pada zaman dahulu, saat masih semarak Geocities, Multiply atau website sejenis, kayaknya yang banyak dipertunjukkan ialah semacam kontes keindahan. Nyatanya pengelola website tadi juga sudah menyediakan aneka fitur yang aneh-aneh.

Mulai kursor yang membentuk kalimat, animasi background yang berkalap-kelip dan sebagainya. Malah tak jarang saat membuka akun milik seseorang yang terlihat bukan penonjolan kalimatnya, melainkan seolah menyaksikan panggung hiburan hehe.

Demikianlah sobat, panduan menulis artikel di blog biar dibaca warganet. Semoga bisa memberikan manfaat bagi sobat semua. ***

Belum ada Komentar untuk "Panduan Menulis Artikel di Blog Biar Dibaca Warganet"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel