Pantai Suntuk, Wisata Murah Pelepas Lelah di Tanjungpinang

wisata murah
sumber foto - instagram/eri.kiken
masnunung - Pantai suntuk, wisata murah pelepas lelah ada di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Nggak perlu masuk pakai tiket, cukup pesan setidaknya segelas air minum maka pemandangan indah bisa sobat nikmati.

Wisata murah atau wisata mahal menurut saya nggak ada bedanya, tergantung suasana hati dan kondisi. Di tempat wisata mahal kalau memang suasana hatinya nggak mendukung mustahil bisa merasakan pesonanya. Mau swafoto juga pasti raut wajahnya kurang sip. Kurang jos gandos.

Wisata murah Pantai Suntuk ada di Kelurahan Tanjungayun Sakti, Kecamatan Bukit Bestari. Bisa masuk dari semua lorong di Jalan Pramuka. Lokasinya di ujung, berhadapan langsung dengan Jembatan 1 Dompak yang membentang dari depan Ramayana sampai Pulau Dompak.

Dari pantai yang sebenarnya hanya berupa halaman rumah seorang warga ini, jembatan itu tampak sangat jelas. Betonnya yang terlihat garang, kaki jembatannya, tiang-tiang lampu jalan, lengkung jembatan. Sementara kalau malam hari, bayangan jembatan tampak mengambang di permukaan air laut.

Untuk menikmati wisata murah Pantai Suntuk, ada beberapa hal yang sebaiknya sobat persiapkan.

[Baca juga percaya diri yang patut sobat acungi jempol dari seorang pedagang bakso keliling]

Pergilah Kala Hati Tenang

Namanya saja mau berwisata, kayaknya nggak afdol kalau membawa emosi dari rumah. Apalagi pergi ke tempat wisata hanya sebagai pelarian karena bertengkar dengan istri, berselisih dengan adik, berseteru dengan tetangga.

Kalau dari rumah sudah membawa suasana hati yang kurang mendukung, duduk di kursi di tepi pantai rasanya pasti nggak nyaman. Bukan kursinya, jadi jangan disalahkan. Memandang laut yang seharusnya menyejukkan bisa jadi ombaknya memacu emosi.

[Rasanya kok belum menginjakkan kaki di Tanjungpinang kalau belum mencumbu Tepi Laut]

Niati dengan Baik

Segala sesuatu kalau diniati baik Insya Allah hasilnya atau setidaknya prosesnya akan berlangsung baik. Bismillah pergi ke Pantai Suntuk untuk menghilangkan suntuk. Begitu duduk di bawah pepohonan, kursinya yang hanya berupa kursi plastik, mejanya juga plastik, rasanya kok indah tenan.

Dan niatnya jangan dipaksakan. Nggak bakal betah. Tempat wsata murah hanya terasa panas, terik, nggak ada yang indah dipandang. Bahkan lagu-lagu yang selalu diputar pemilik rumah rasanya akan hambar. Kayak orang yang nggak cinta dipaksa cinta.

Bawa Duit

Saya tuliskan bawa duit lho ya, bukan bawa bekal. Sebab tidak sedikit tempat yang melarang pengunjung membawa makanan dan minuman dari luar. Di Pantai Suntuk, wisata murah di Tanjungpinang ini, pemilik rumahnya hanya menjual air minum serta bakwan udang.

Kalau sobat rombongan datang memenuhi kursi yang ada membawa air minum satu galon besar, bawa nasi bungkus sendiri rasanya kok nggak etis hehe. Bawa saja duit barang lima puluh atau seratus ribu rupiah, sudah lebihlah itu kalau sendiri. Kecuali sobat memang benar-benar lapar, makan bakwan tambah, minumnya berkali-kali, mungkin pas.

Selain itu dengan membawa duit, untuk berjaga-jaga jika di jalan ada sesuatu. Kalau bawa mobil siapa tahu bannya bocor, kalau bawa motor siapa tahu bannya bocor, kalau bersepeda siapa tahu bannya bocor. Kalau jalan kaki? Lha siapa tahu sandal jepitnya putus tali? Masak mau ke pantai kok kakinya nyeker (ngga pakai alas kaki).

[Baca juga alasan seseorang yang dengan suka ria menata alas kaki jemaah sebuah masjid]

Usahakan Tenangkan Hati

Di mana-mana, manusia itu tak akan sendiri. Bahkan di Pantai Suntuk sekalipun. Nggak usahlah sobat janjian sama teman, datang saja sendiri pasti ada orang lain di sana. Dan tiap kepala pasti berbeda sifat.

Ada orang yang hobinya bikin rusuh, bikin nggak enak hati, bikin kepala nyut-nyut. Mungkin secara nggak sengaja kaki sobat nyenggol ujung jari kakinya. Kalau orangnya temperamen bisa jadi masalah. Marah-marah, mengeluarkan kata dan sumpah-serapah.

Pesan saya mbok dibiarkan saja, atau sobat minta maaf saja. Niat menikmati wisata murah bisa jadi akan bubrah jika sobat terbawa amarah. Nanti gelutan, kelahi hanya untuk menunjukkan siapa yang pantas disebut lelaki. Padahal ciri-ciri lelaki itu nggak ada yang menyebutkan harus pandai berkelahi.

Hindari Hujan

Pantai suntuk adalah pantai wisata murah beratapkan langit. Otomatis jika hujan turun ya kehujanan. Bisa sih merapat di teras rumah pemilik tempat, tetapi kan nggak seru. Acaranya kan pelesir, bukan desak-desakan berteduh dari hujan.

Hindari Pindah Ranjang

Ke Pantai Suntuk juga upayakan bukan sekadar ingin tidur siang. Memang sih, di pantai itu anginnya alami. Beda dengan di kamar kos yang pengap, mana tumpukan pakaian belum dicuci menggunung di sudut kamar.

[Baca juga password wifi bernuansa jadul ini dapat sobat temukan di sini]

Panci-panci, gelas, piring, sendok, garpu berserakan. Mau tidur siang meski sudah rebahan kok nggak tidur-tidur. Lalu terbayang Pantai Suntuk. Mengapa saya ingatkan jangan pindah tidur di pantai ini? Karena nggak ada pantainya seperti pantai berpasir pada umumnya. Bentuknya adalah halaman dan pekarangan rumah warga yang tanahnya agak lebih tinggi ketimbang permukaan air laut.

Sore hari merupakan waktu terbaik. Atau siang hari dengan mendung menggelayut di atas kepala kita. Angin segar akan senantiasa bertiup dari lautan. Membawa pesan sejuk dan nyaman.

Ingin menemukan wisata murah di Kota Tanjungpinang? Pantai Suntuk saya referensikan. ***

>>> Klik Lokasi Wisata Murah Pantai Suntuk <<<

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel