Pesan Makanan Dulu, Baru Ada Password WiFi Untukmu


pesan makanan
masnunung - Fasilitas WiFi gratis yang disediakan para pemilik tempat usaha, khususnya berkaitan dengan kuliner, sangat berpengaruh pada jumlah kunjungan pembeli. Pasalnya hari ini rasanya semenit nggak mengoperasikan smartphone kayaknya hidup ada yang kurang.

Sementara kehadiran WiFi gratis bukan tanpa risiko. Bila sebuah tempat makan atau minum, sebutkah itu kafe atau kedai kopi dan sebagainya, memasang jaringan internet berkecepatan yahud, biasanya anak-anak muda ramai berkunjung. Nah, kalau mereka hanya sekadar duduk, minumnya pun nimbrung temannya, apa nggak rugi tuh pemilik tempat usaha?

Beberapa malam lalu saya ngopi di sebuah kedai kopi di sudut persimpangan Jalan Pemuda, Kota Tanjungpinang. Mohon maaf jikalau saya sering menggunakan kata beberapa malam lalu, beberapa hari lalu dan sebagainya.

Itu menandakan bahwa saya bukan blogger yang baik. Yang begitu mendapatkan ide menulis langsung ngetik pakai smartphone atau keluarkan laptop dari tas punggung. Apalagi sekarang zamannya smartphone layar sentuh, produktivitas saya sebagai juru ketik menurun drastis.

[Kalau Password WiFi yang Ini Bikin Kalian Tersenyum]

Dahulu, ketika saya masih bekerja di sebuah koran Jawa Pos Grup di Batam, saya rela antre untuk mendapatkan BlackBerry pertama, Gemini yang menggunakan trackball untuk menggeser kursor. Waktu itu Telkomsel yang melakukan penjualan bundling.

Mengapa? Karena BlackBerry itu menggunakan sistem keypad QWERTY. Saya masih bisa nulis cepat. Bodi ponsel masih bisa saya pegang dengan dua telapak tangan lalu kedua jempol tangan saya menari lincah di keypad tadi.

Sekarang, rata-rata keypadnya per huruf pisah. Ukuran smartphone juga bertambah lebar. Susah menggenggamnya. Jadi mohon maaf kalau update artikel saya ya mengikuti irama. Kalau pas anginnya bagus ya saya buat, kalau anginnya gak bagus ya maklum.

Intinya sih saya masih manusia hehe, suka lelet. Lagian zaman kekinian sudah nggak ada lagi BlackBerry atau ponsel berteknologi keypad QWERTY. Nggak zaman.

Ups ngelantur, kita balik lagi ke jalur. Kembali ke laptop, bener saya menggunakan laptop untuk menulis artikel di blog-blog saya. Bukan menirukan kalimat sakti Thukul Arwana yang pelawak tajir itu.

Di kedai kopi sudut Jalan Pemuda itu tempatnya enak. Malam itu nggak terlalu ramai. Di belakang saya ada tiga wanita muda duduk santai. Saya kira awalnya pembeli seperti saya, rupanya salah satu dari mereka berdiri lalu menyodorkan menu.

Sebenarnya saat ia memberikan buku menu saya ingin bertanya, tetapi tiba-tiba mata saya tertuju pada secarik kertas yang ditempel di permukaan meja papan kayu. Potongan kertas itu dilapisi lakban bening agar kertas itu tak gampang lepas. Entah mengapa, ada jari tangan manusia yang memang usil.

Ada tempelan apa dikotak-katik pakai ujung kuku. Nggak percaya? Coba deh lihat stiker-stiker atau sandblast (stiker buram) yang ada di kaca ruang ATM. Pasti lama-lama ada yang terkelupas, dan bentuk kelupasannya karena disengaja. Uh, jari kok kurang kerjaan.

Tulisannya baca sendiri deh di foto yang saya jadikan pelengkap artikel ini.

Sepertinya yang dilakukan kedai kopi ini bisa menjadi inspirasi. Sebenarnya ini menjadi semacam simbiosis mutualisme. Kerja sama yang saling menguntungkan. Satunya penyedia WiFi berbayar tiap bulan, satu pihak pengguna WiFi dengan membayar untuk makanan dan minuman.

Sesakali boleh sih berharap gratisan. Tetapi kalau setiap hari maunya gratis siapa teman yang hatinya tak menjerit histeris. Pingin nangis.

[Keren Lho yang Melatarbelakangi Orang Ini Buka Distro Kaos]

Oh, ya, di kedai kopi ini juga disebut untuk tidak membawa makan dan minuman di luar.

Jadi kesimpulan saya, sobat bisa ngopi di kedai kopi ini tanpa membawa bekal. Yang kedua sobat juga jangan coba-coba membawa WiFi modem seperti zaman ramai-ramainya Bolt, Andromax dan teknologi sejenis.

Itu namanya numpang doang.... Mending pesan makanan dulu sana hehe. ***

Belum ada Komentar untuk "Pesan Makanan Dulu, Baru Ada Password WiFi Untukmu"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel